7 Kebiasaan yang Bisa Merusak Toren Air di Rumah, Bikin Air Jadi Cepat Kotor

3 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Toren air merupakan komponen vital dalam menjaga ketersediaan air bersih di rumah tangga. Namun, seringkali kita abai terhadap kebiasaan sehari-hari yang justru dapat mempercepat kerusakan toren air. Padahal, kondisi toren yang tidak terawat bisa berdampak langsung pada kualitas air yang kita gunakan setiap hari, mulai dari mandi hingga konsumsi.

Kerusakan pada toren air tidak hanya menguras kantong untuk biaya perbaikan atau penggantian, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat kontaminasi air. Banyak pemilik rumah tidak menyadari bahwa beberapa praktik umum yang dilakukan justru menjadi pemicu utama rapuhnya toren air. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik rumah untuk memahami kebiasaan-kebiasaan ini.

Simak beberapa kebiasaan fatal yang seringkali dianggap sepele, namun memiliki dampak signifikan terhadap umur pakai toren air di rumah Anda. 

Tidak Rutin Membersihkan Toren Air

Salah satu kebiasaan paling umum yang dapat merusak toren air adalah tidak membersihkannya secara rutin. Tandon air yang tidak dirawat dengan baik akan lebih cepat mengalami kerusakan, karena penumpukan lumut, kotoran, dan bakteri di dalamnya. Pembersihan tangki air secara berkala, minimal setiap 6 bulan sekali, sangat penting untuk menghilangkan kontaminan ini.

Meskipun toren sudah dirancang anti lumut, endapan kotoran, debu, atau partikel kecil lainnya dapat menjadi media ideal bagi pertumbuhan mikroorganisme. Jika pembersihan tidak dilakukan, kotoran akan menumpuk di dasar toren dan berpotensi menyumbat saluran pipa air di dalam rumah. Akibatnya, aliran air menjadi kecil dan kualitas air menurun drastis.

Kebiasaan ini tidak hanya mencemari air yang kita gunakan, tetapi juga merusak kondisi toren dari dalam. Penumpukan endapan dan mikroorganisme dapat mempercepat korosi atau degradasi material toren. Oleh karena itu, jadwal pembersihan rutin adalah kunci untuk menjaga toren air tetap awet dan air tetap higienis.

Menempatkan Toren di Bawah Sinar Matahari Langsung

Penempatan toren air di lokasi yang terpapar sinar matahari langsung merupakan kebiasaan yang sering diabaikan namun berakibat fatal. Paparan sinar UV dari matahari dapat menyebabkan kerusakan serius pada toren, terutama yang terbuat dari bahan plastik. Sinar UV membuat material plastik menjadi rapuh dan mudah retak seiring waktu.

Selain merusak struktur toren, sinar matahari langsung juga mempercepat pertumbuhan lumut dan alga di dalam air. Toren yang berwarna terang, seperti biru muda, cenderung lebih mudah ditembus cahaya matahari, menciptakan kondisi ideal bagi mikroorganisme ini untuk berkembang. Akibatnya, air di dalam toren menjadi kotor, berbau, dan tidak layak pakai.

Untuk menghindari kerusakan ini, sangat disarankan untuk menempatkan toren di area yang teduh atau menambahkan peneduh khusus. Perlindungan dari sinar matahari tidak hanya menjaga integritas material toren, tetapi juga menghambat pertumbuhan lumut dan menjaga kualitas air tetap bersih dan jernih.

Menggunakan Dudukan atau Rangka Penopang yang Tidak Kuat/Stabil

Dudukan atau rangka penopang toren memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan integritas instalasi. Kebiasaan menggunakan dudukan yang tidak kuat atau tidak stabil sangat berisiko, mengingat toren yang terisi penuh dapat memiliki beban ratusan kilogram. Dudukan harus dirancang dengan sangat kuat untuk menopang beban tersebut.

Jika dudukan tidak kuat atau tidak dirancang dengan tepat, toren berisiko bergeser, retak, atau bahkan roboh. Selain itu, alas yang tidak kokoh, permukaan yang tidak rata, atau adanya kerikil/batu di bawah toren juga dapat memicu kerusakan dan kebocoran. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan tekanan tidak merata pada dasar toren.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan alas landasan terpasang dengan benar, sesuai ukuran, tidak miring, dan mampu menahan beban toren air ketika terisi penuh. Investasi pada dudukan yang kokoh akan mencegah kerusakan struktural toren dan potensi bahaya lainnya di kemudian hari.

Tidak Memastikan Tutup Toren Rapat

Kebiasaan tidak memastikan tutup toren terpasang rapat dan kedap merupakan pintu masuk bagi berbagai kontaminan. Tutup tangki yang tidak rapat dapat menjadi celah bagi virus, bakteri, udara kotor, dan lumut untuk masuk ke dalam tangki air. Ini secara langsung mencemari air yang disimpan.

Selain mikroorganisme, serangga seperti nyamuk juga dapat masuk dan bertelur di dalam air jika tutup toren tidak rapat. Hal ini tidak hanya mengurangi kualitas air, tetapi juga berpotensi menjadi sarang penyakit. Oleh karena itu, penting untuk selalu memeriksa kondisi tutup tangki agar tidak ada celah bagi kontaminan.

Memastikan tutup toren selalu rapat adalah langkah sederhana namun efektif untuk menjaga kebersihan air dan mencegah pertumbuhan lumut serta bakteri. Kebiasaan ini sangat vital untuk menjaga air tetap higienis dan memperpanjang umur toren dari kontaminasi eksternal.

Menggunakan Toren Air Bekas atau Berkualitas Buruk

Penggunaan toren air bekas yang sudah tua atau memilih toren dengan kualitas bahan yang buruk sejak awal adalah kebiasaan yang mempercepat kerusakan. Usia tangki air yang sudah lebih dari 15 tahun atau membeli tangki bekas milik orang lain yang sudah dipakai bertahun-tahun, sangat rentan terhadap kerusakan. Materialnya mungkin sudah rapuh.

Kualitas bahan yang digunakan untuk memproduksi tandon merupakan penyebab utama kerusakan. Toren air yang terbuat dari bahan berkualitas rendah akan lebih cepat mengalami degradasi dan kebocoran. Bahan yang tidak sesuai standar tidak tahan terhadap tekanan air, perubahan suhu, atau paparan lingkungan.

Penting untuk memilih tangki air yang terbuat dari bahan berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan rumah tangga Anda. Investasi pada toren baru dengan kualitas terjamin akan lebih menguntungkan dalam jangka panjang, menghindari biaya perbaikan berulang dan memastikan pasokan air bersih yang aman.

Menggunakan Bahan Kimia Keras untuk Membersihkan Toren

Meskipun niatnya baik untuk membersihkan, kebiasaan menggunakan bahan kimia keras atau sikat kasar secara berlebihan dapat merusak toren air. Bahan kimia korosif seperti pemutih atau deterjen dapat merusak lapisan pelindung pada tangki. Penggunaan sikat kasar juga dapat menggores material toren.

Kerusakan pada lapisan pelindung toren dapat menyebabkan material menjadi lebih rentan terhadap korosi atau degradasi. Selain itu, bahan kimia yang terlalu kuat bisa meninggalkan residu di dalam toren yang tidak aman untuk air minum atau penggunaan sehari-hari. Ini tentu membahayakan kesehatan penghuni rumah.

Untuk pembersihan yang aman dan efektif, cukup gunakan sikat lembut dan air bersih. Setelah disikat, bilas toren beberapa kali hingga air bilasan terlihat jernih. Pendekatan ini akan menjaga integritas toren tanpa merusak material atau meninggalkan zat berbahaya.

Melubangi Dinding Toren Secara Manual

Kebiasaan melubangi dinding toren air secara manual, terutama tanpa peralatan yang memadai atau perhitungan yang tepat, sangat berisiko. Beberapa orang mungkin melakukan ini demi mempercepat debit air dari tangki ke keran. Namun, tindakan ini justru riskan menimbulkan kebocoran.

Melubangi toren secara sembarangan dapat menyebabkan retakan mikro yang sulit dideteksi, namun seiring waktu bisa berkembang menjadi kebocoran besar. Selain risiko kebocoran, tindakan ini juga secara otomatis dapat menghanguskan garansi toren Anda. Produsen tidak akan menanggung kerusakan akibat modifikasi yang tidak standar.

Sebaiknya, konsultasikan dengan profesional atau gunakan aksesori yang memang dirancang untuk toren jika Anda ingin memodifikasi instalasi. Menghindari kebiasaan melubangi toren secara manual akan menjaga keutuhan struktural toren dan memastikan garansi tetap berlaku.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Berapa lama usia pakai toren air rumah tangga?

Usia pakai toren air umumnya berkisar antara 10 hingga 20 tahun, tergantung kualitas bahan, lokasi penempatan, serta perawatan rutin. Toren yang dibersihkan secara berkala, ditempatkan di area teduh, dan menggunakan dudukan yang kokoh cenderung memiliki umur pakai lebih panjang.

2. Seberapa sering toren air harus dibersihkan agar tidak cepat rusak?

Toren air idealnya dibersihkan setiap 6 bulan sekali. Pembersihan rutin membantu mencegah penumpukan lumut, kotoran, dan bakteri yang dapat merusak material toren serta menurunkan kualitas air yang digunakan sehari-hari.

3. Apakah toren air boleh diletakkan di tempat terbuka tanpa peneduh?

Tidak disarankan. Toren air yang terpapar sinar matahari langsung dalam jangka panjang berisiko cepat rapuh akibat paparan sinar UV, terutama toren berbahan plastik. Penempatan di area teduh atau penggunaan peneduh akan membantu menjaga kekuatan material dan kualitas air.

4. Apa tanda-tanda toren air mulai rusak dan harus diganti?

Beberapa tanda toren air mulai rusak antara lain muncul retakan halus, kebocoran, perubahan warna pada dinding toren, air berbau atau keruh, serta struktur toren yang terasa rapuh saat ditekan. Jika tanda-tanda ini muncul, penggantian toren sebaiknya segera dilakukan.

5. Apakah aman membersihkan toren air menggunakan bahan kimia seperti pemutih?

Tidak disarankan menggunakan bahan kimia keras seperti pemutih atau deterjen. Zat tersebut dapat merusak lapisan toren dan meninggalkan residu berbahaya. Cara paling aman adalah menggunakan air bersih dan sikat lembut, lalu membilas toren hingga benar-benar bersih.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|