Bahaya Sayuran Tercemar Mikroplastik, Ini Fakta Ilmiah dan Solusi Praktisnya

2 hours ago 1

Mengurangi paparan mikroplastik dari sayuran memerlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pemilihan produk hingga praktik berkebun. Dengan menerapkan beberapa solusi praktis, kita dapat meminimalkan risiko kontaminasi dan menjaga kesehatan keluarga.

Pemilihan Sayuran yang Lebih Aman

Salah satu langkah awal adalah dengan menghindari sayuran yang dikemas dalam plastik di toko kelontong, meskipun kemasan tersebut bertujuan menjaga kesegaran. Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) menyatakan belum ada cukup bukti migrasi mikroplastik dari kemasan ke makanan, memilih sayuran tanpa kemasan atau membawa tas belanja kain sendiri adalah pilihan bijak untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Teknik Pencucian Sayuran yang Efektif

Membilas buah dan sayuran hanya dengan air keran mungkin tidak cukup, mengingat air keran itu sendiri seringkali mengandung mikroplastik. Para ahli menyarankan metode yang lebih efektif: rendam produk dalam air berfilter yang dicampur dengan satu sendok teh soda kue. Larutan ini membantu melonggarkan mikroplastik permukaan, debu, dan pestisida, sebelum dibilas kembali dengan air berfilter.

Penggunaan deterjen yang dapat dimakan juga terbukti lebih efektif dalam mengurangi mikroplastik pada sayuran dibandingkan hanya membilas air atau pembersihan ultrasonik, dengan efisiensi pencucian meningkat hingga 6,9 kali. Deterjen ini dapat meningkatkan hidrofilisitas mikroplastik, membantu melepaskannya dari permukaan tanaman.

Alternatif lain adalah menggunakan larutan air garam 10% (satu bagian garam untuk sembilan bagian air), yang dapat bekerja sama efektifnya atau bahkan lebih baik daripada cuka murni untuk menghilangkan residu pestisida dan partikel permukaan lainnya. Penting untuk membilas semua sisa garam sebelum mengonsumsi sayuran.

Panduan Berkebun Sayur Bebas Mikroplastik

Untuk mereka yang tertarik berkebun, menanam makanan sendiri secara efektif dapat membebaskan dari rantai pasok plastik. Gunakan wadah non-plastik seperti pot kayu, bambu, tanah liat, atau mangkuk stainless steel untuk mengumpulkan hasil panen. Sabut kelapa dan gulungan tisu toilet bekas juga bisa menjadi alternatif media tanam dan semai yang ramah lingkungan.

Hindari penggunaan mulsa plastik, pelapis benih plastik, dan air irigasi yang berpotensi terkontaminasi di lahan pertanian. Selain itu, jangan membakar sampah plastik di sekitar area kebun karena residunya dapat mengendap di tanah dan mencemari media tanam.

Ganti label tanaman plastik dengan stik es krim kayu atau label tanaman logam, dan gunakan jaring goni (jute netting) sebagai pengganti jaring plastik untuk penyangga tanaman, karena jaring goni akan terurai secara alami dalam satu musim. Pertimbangkan juga sistem hidroponik bebas plastik, terutama untuk microgreens, yang meminimalkan kontak dengan plastik.

Pemerintah memiliki peran krusial dalam mengelola sumber mikroplastik di tanah melalui pengawasan peraturan yang ketat, terutama untuk mencegah kontaminasi dari irigasi air limbah dan aplikasi lumpur limbah. Penting untuk menegakkan standar kualitas lumpur yang diolah, membatasi tingkat mikroplastik yang diizinkan, dan memastikan hanya lumpur yang telah diolah dan disaring dengan baik yang digunakan di lahan pertanian.

Selain itu, mengonsumsi diet kaya serat, seperti beri, lentil, apel, ubi jalar, biji chia, dan kenari, serta sayuran silangan (brokoli, kubis, kembang kol, kangkung) dapat membantu mengikat saluran pencernaan dan meningkatkan detoksifikasi hati untuk mengurangi toksisitas mikroplastik. Buah dan sayuran berwarna-warni yang mengandung antosianin juga mungkin dapat melawan efek negatif mikroplastik dalam tubuh.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|