Liputan6.com, Jakarta - Selama ini, ikan bandeng identik dengan wilayah pesisir dan lahan tambak yang luas. Namun, seiring berkembangnya teknologi akuakultur, cara budidaya ikan bandeng selain di tambak
Metode alternatif seperti penggunaan kolam terpal, kolam beton, hingga keramba jaring apung (KJA) di perairan tawar kini menjadi solusi cerdas bagi mereka yang memiliki lahan terbatas. Selain efisiensi tempat, budidaya non-tambak ini juga memungkinkan pengontrolan kualitas air dan kesehatan ikan secara lebih intensif dibandingkan metode tradisional di alam terbuka.
Bagi Anda yang tertarik mencoba peruntungan di dunia perikanan, memahami teknik pembesaran di media yang berbeda adalah langkah awal yang krusial. Artikel ini akan mengupas tuntas strategi dan langkah praktis dalam mengelola budidaya bandeng di berbagai wadah selain tambak agar tetap tumbuh cepat, sehat, dan memiliki nilai jual tinggi.
Budidaya Bandeng di Kolam Terpal: Solusi Hemat Lahan
Kolam terpal menjadi pilihan paling favorit bagi pemula karena biaya pembuatannya yang relatif terjangkau dan proses instalasinya yang cepat. Keunggulan utamanya terletak pada kemudahan dalam proses pemanenan serta kontrol penyakit yang jauh lebih efektif dibandingkan kolam tanah atau tambak yang dasarnya sulit dibersihkan.
Penggunaan terpal berkualitas tinggi seperti jenis A12 atau A15 sangat disarankan agar kolam tahan lama dan tidak mudah bocor akibat tekanan air atau gesekan. Sebelum menebar benih, sangat penting untuk melakukan sterilisasi media guna menghilangkan sisa-sisa zat kimia dari pabrik terpal yang bisa membahayakan ikan.
Pembersihan Media
Langkah awal yang sangat krusial dalam cara budidaya ikan bandeng selain di tambak adalah memastikan media kolam terbebas dari residu kimia berbahaya dengan cara mencuci bersih seluruh bagian dalam terpal menggunakan air sabun yang lembut, kemudian dibilas hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan sisa deterjen.
Proses pengeringan di bawah sinar matahari selama 1 hingga 2 hari bukan sekadar menghilangkan kelembapan, melainkan berfungsi sebagai langkah sterilisasi alami untuk membunuh bakteri atau jamur yang mungkin menempel selama proses penyimpanan di gudang sebelum akhirnya kolam siap diisi air.
Pengisian Air Awal
Setelah kolam steril, lakukan pengisian air bersih secara bertahap hingga mencapai ketinggian ideal antara 50 sampai 80 cm, lalu diamkan air tersebut selama 3 hingga 5 hari tanpa adanya gangguan mekanis yang berlebihan. Masa pendiaman ini sangat penting untuk memberikan waktu bagi suhu air agar stabil dan membiarkan ekosistem mikroorganisme dasar serta oksigen terlarut terbentuk secara alami, sehingga kondisi air tidak lagi "mentah" saat benih bandeng yang sensitif mulai ditebarkan ke dalamnya.
Pemberian Probiotik
Untuk mempercepat pembentukan kualitas air yang sehat, Anda perlu mencampurkan probiotik atau bakteri pengurai ke dalam media air guna menumbuhkan mikroorganisme baik yang nantinya akan memicu pertumbuhan plankton sebagai sumber pakan alami tambahan bagi ikan. Penggunaan probiotik ini secara efektif mampu menjaga keseimbangan biologis kolam, membantu mengurai sisa-sisa bahan organik yang berpotensi menjadi racun, serta memperkuat sistem imun ikan bandeng sehingga mereka tidak mudah terserang penyakit selama masa pembesaran.
Padat Tebar
Pengaturan kepadatan benih merupakan kunci pertumbuhan yang seragam, di mana Anda disarankan untuk menjaga kepadatan tebar pada rasio ideal sekitar 2 hingga 3 ekor ikan per meter persegi agar setiap individu bandeng mendapatkan ruang gerak yang leluasa serta akses pakan yang adil. Jika kolam terlalu padat, tingkat persaingan oksigen dan pakan akan meningkat drastis yang memicu stres pada ikan, menghambat laju pertumbuhan, serta meningkatkan risiko penularan penyakit antar ikan secara cepat dalam satu wadah.
Peneduh Kolam
Mengingat ikan bandeng cukup sensitif terhadap perubahan suhu yang ekstrem, penggunaan jaring peneduh atau paranet di atas permukaan kolam sangat direkomendasikan untuk membatasi paparan sinar matahari langsung yang berlebihan, terutama pada siang hari yang terik. Dengan adanya peneduh ini, suhu air akan terjaga secara konsisten di angka optimal yakni 28 hingga 30 derajat Celcius, yang mana kondisi tersebut sangat mendukung metabolisme ikan untuk tetap aktif makan dan tumbuh secara maksimal tanpa terganggu oleh fluktuasi panas lingkungan.
Teknik Kolam Beton untuk Budidaya Semi-Intensif
Jika Anda merencanakan bisnis jangka panjang, kolam beton adalah investasi yang sangat solid karena durabilitasnya yang luar biasa hingga puluhan tahun. Cara budidaya ikan bandeng selain di tambak menggunakan media beton memungkinkan penerapan sistem bioflok atau resirkulasi (RAS) yang mampu meningkatkan kapasitas produksi dalam satu siklus panen.
Namun, kolam beton yang baru dibangun biasanya memiliki tingkat keasaman yang sangat tinggi akibat sisa semen. Oleh karena itu, diperlukan proses "pencucian" alami dengan merendam kolam menggunakan air yang dicampur batang pisang atau cuka kayu guna menetralkan pH permukaan beton sebelum benar-benar siap digunakan.
Netralisasi Semen
Sebelum digunakan untuk menebar benih, kolam beton yang baru selesai dibangun wajib melalui proses netralisasi untuk menghilangkan sifat basa tinggi dari sisa semen dengan cara merendam kolam dengan air bersih selama 1 hingga 2 minggu dan melakukan penggantian air secara berkala hingga aroma tajam semen menghilang sepenuhnya.
Proses ini sangat krusial karena zat kimia pada semen baru dapat merusak lapisan lendir pelindung pada tubuh ikan bandeng dan menyebabkan kematian massal jika tidak dinetralkan menggunakan bahan tambahan seperti batang pisang atau cuka kayu yang difermentasikan di dalam rendaman tersebut.
Penyediaan Aerasi
Mengingat karakteristik dinding beton yang padat, keras, dan sama sekali tidak memiliki pori-pori alami untuk pertukaran oksigen seperti pada kolam tanah, maka pemasangan sistem aerasi yang kuat berupa blower atau kincir air sangat mutlak diperlukan guna menjamin ketersediaan oksigen terlarut (DO) bagi ikan. Pasokan oksigen yang stabil tidak hanya mendukung pernapasan bandeng agar tetap lincah, tetapi juga berperan penting dalam membantu proses oksidasi zat-zat organik berbahaya dan memastikan metabolisme ikan tetap tinggi sehingga nafsu makan mereka terjaga dengan baik sepanjang hari.
Sirkulasi Air Berkala
Manajemen kualitas air pada kolam beton harus dilakukan dengan melakukan pergantian air minimal 20% hingga 30% dari total volume setiap minggunya, yang bertujuan khusus untuk menyedot dan membuang endapan kotoran, sisa pakan, serta feses yang menumpuk di dasar kolam. Langkah ini sangat efektif untuk mencegah akumulasi gas amonia yang bersifat toksik bagi ikan, sekaligus memastikan kondisi lingkungan perairan tetap segar dan jernih, sehingga meminimalisir risiko terjadinya pembusukan air yang sering menjadi pemicu timbulnya berbagai jenis parasit.
Penyortiran Ukuran
Untuk mencapai target panen yang seragam dan efisien, pembudidaya perlu melakukan proses grading atau pemisahan ikan berdasarkan ukuran tubuhnya secara rutin setiap 2 bulan sekali guna mencegah terjadinya persaingan pakan yang tidak sehat antara individu besar dan kecil. Dengan memisahkan bandeng ke dalam beberapa kelompok ukuran yang sama, ikan yang pertumbuhannya lambat tidak akan kalah bersaing saat perebutan pakan, sehingga distribusi nutrisi menjadi lebih merata dan dapat memperkecil risiko kanibalisme atau stres akibat dominasi kelompok tertentu.
Pencegahan Penyakit
Sebagai langkah perlindungan ekstra dalam cara budidaya ikan bandeng selain di tambak, pemberian garam krosok secara rutin ke dalam kolam beton berfungsi sebagai disinfektan alami yang mampu menjaga imunitas ikan serta menghambat pertumbuhan jamur maupun bibit bakteri patogen. Garam krosok membantu menyeimbangkan proses osmoregulasi pada tubuh ikan bandeng, sehingga mereka lebih tahan terhadap perubahan cuaca yang ekstrem dan terlindungi dari luka fisik yang berpotensi menjadi pintu masuk infeksi penyakit yang dapat merugikan usaha budidaya Anda.
Budidaya Bandeng di Keramba Jaring Apung (KJA)
Bagi Anda yang berlokasi di sekitar waduk, sungai besar, atau danau, memanfaatkan Keramba Jaring Apung (KJA) adalah pilihan yang sangat efisien. Dalam metode ini, ikan bandeng mendapatkan sirkulasi air yang terjadi secara alami berkat arus air, sehingga kebutuhan akan penggantian air manual dan aerasi buatan dapat sangat ditekan.
Kualitas daging ikan bandeng yang dibudidayakan di KJA seringkali dianggap lebih baik dan tidak berbau lumpur karena air yang terus berganti. Namun, tantangan terbesarnya adalah pemantauan terhadap perubahan kualitas air lingkungan secara mendadak (seperti fenomena upwelling) yang bisa memicu kematian massal.
Lokasi Strategis
Pemilihan lokasi merupakan fondasi keberhasilan dalam cara budidaya ikan bandeng selain di tambak dengan sistem KJA, di mana Anda harus memilih area perairan yang memiliki karakteristik arus tenang namun tetap mengalir secara kontinu guna memastikan sirkulasi oksigen dan pembuangan limbah alami tetap berjalan optimal.
Pastikan kedalaman perairan di lokasi tersebut minimal 5 meter diukur dari dasar jaring hingga dasar perairan sesungguhnya; hal ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya penumpukan sisa pakan dan kotoran di bawah keramba yang jika terlalu dekat dapat memicu pembusukan dan menghasilkan gas beracun yang membahayakan kesehatan ikan bandeng.
Konstruksi Kuat
Untuk memastikan keberlangsungan usaha dalam jangka panjang, konstruksi keramba harus dibangun menggunakan material yang memiliki durabilitas tinggi seperti bingkai bambu yang telah diawetkan atau pipa HDPE (High-Density Polyethylene) berkualitas tinggi yang terbukti elastis dan kokoh saat menghadapi hantaman ombak maupun angin kencang di perairan terbuka. Struktur yang kuat ini tidak hanya berfungsi sebagai penopang beban jaring dan ikan, tetapi juga sebagai jaminan keamanan investasi Anda agar seluruh aset budidaya tidak hancur atau hanyut terbawa arus saat terjadi perubahan cuaca ekstrem yang tidak terprediksi.
Pemasangan Jaring Ganda
Mengingat risiko kehilangan ikan di perairan terbuka cukup tinggi, penggunaan sistem jaring lapis dua yang terdiri dari jaring bagian dalam sebagai wadah utama dan jaring bagian luar sebagai pelapis keamanan sangat direkomendasikan untuk memberikan proteksi ganda.
Lapisan luar ini berperan vital dalam mencegah ikan bandeng lepas apabila jaring utama mengalami kebocoran yang tidak disengaja, sekaligus berfungsi sebagai tameng pertahanan dari serangan predator air yang lapar seperti linsang, berang-berang, atau ikan predator berukuran besar yang seringkali mencoba merobek jaring dari sisi luar.
Pemberian Pakan Terapung
Dalam ekosistem KJA, penggunaan pakan jenis terapung (floating) merupakan kewajiban demi efisiensi biaya dan menjaga kelestarian lingkungan, karena karakteristiknya yang tidak langsung tenggelam memungkinkan ikan bandeng memiliki waktu lebih lama untuk mengonsumsi pakan hingga habis di permukaan.
Dengan menggunakan pakan terapung, Anda dapat dengan mudah memantau nafsu makan ikan serta meminimalisir sisa pakan yang terjatuh ke dasar perairan, sehingga mencegah terjadinya pencemaran organik yang dapat menurunkan kualitas air dan merusak ekosistem di sekitar lokasi budidaya.
Pembersihan Jaring
Perawatan rutin berupa pembersihan lumut, kerang-kerangan, maupun kotoran yang menempel pada mata jaring harus dilakukan secara terjadwal agar pori-pori jaring tetap terbuka dan tidak menghambat sirkulasi air tawar atau payau ke dalam keramba.
Jaring yang tersumbat oleh organisme penempel tidak hanya menghalangi masuknya oksigen baru bagi ikan, tetapi juga menambah beban berat pada konstruksi keramba secara keseluruhan, sehingga pembersihan berkala akan menjamin lingkungan hidup bandeng tetap segar, bersih, dan meminimalisir risiko munculnya penyakit kulit pada ikan.
Peluang dan Cara Budidaya Ikan Bandeng Selain di Tambak
Budidaya ikan bandeng di luar media tambak konvensional memberikan fleksibilitas tinggi bagi para pelaku usaha, terutama di wilayah yang jauh dari garis pantai. Kemampuan adaptasi ikan bandeng yang luar biasa terhadap perbedaan salinitas memungkinkan ikan ini tumbuh optimal baik di air payau maupun air tawar dengan manajemen yang tepat.
Dengan menggunakan media seperti kolam terpal atau beton, risiko serangan predator alami dari lingkungan luar dapat diminimalisir secara signifikan. Berikut adalah beberapa langkah utama dalam mengawali cara budidaya ikan bandeng selain di tambak yang perlu Anda perhatikan:
1. Pemilihan Media Budidaya
Penentuan wadah yang tepat merupakan fondasi utama dalam cara budidaya ikan bandeng selain di tambak, di mana Anda dapat menggunakan kolam terpal atau beton untuk pemanfaatan lahan daratan yang terbatas, serta sistem Keramba Jaring Apung (KJA) jika memiliki akses ke wilayah perairan umum seperti waduk atau danau.
2. Aklimatisasi Benih
Proses aklimatisasi merupakan langkah krusial untuk mencegah stres pada benih bandeng (nener) melalui penyesuaian suhu dan kadar garam (salinitas) secara bertahap saat memindahkan bibit dari habitat payau ke lingkungan air tawar dengan cara mencampurkan air kolam baru ke dalam wadah angkut secara perlahan selama 30-60 menit.
3. Persiapan Air
Kualitas air yang ideal menjadi kunci pertumbuhan cepat, di mana Anda harus mengatur tingkat keasaman (pH) air agar tetap stabil di angka 7-8 dan memastikan kandungan oksigen terlarut tetap tinggi dengan bantuan pemasangan aerator atau sistem sirkulasi air yang mumpuni agar metabolisme ikan tetap terjaga.
4. Manajemen Pakan
Keberhasilan pembesaran bandeng sangat bergantung pada manajemen pakan yang disiplin melalui pemberian pelet berkualitas dengan kadar protein tinggi untuk mendukung pertumbuhan massa otot dan pembentukan postur tubuh ikan secara cepat dalam waktu singkat.
5. Sistem Drainase
Pembangunan sistem drainase yang efektif sangat penting untuk memastikan adanya saluran pembuangan limbah yang lancar guna membuang sisa pakan dan kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam sebelum membusuk menjadi gas amonia yang beracun dan membahayakan nyawa ikan.
FAQ: Seputar Budidaya Bandeng Non-Tambak
Apakah ikan bandeng bisa hidup di air tawar sepenuhnya?
Ya, ikan bandeng adalah jenis ikan euryhaline yang mampu beradaptasi dengan baik di air tawar, asalkan melalui proses aklimatisasi secara bertahap saat bibit dipindahkan.
Berapa lama masa panen bandeng di kolam terpal?
Umumnya, bandeng bisa dipanen dalam waktu 4 hingga 6 bulan sejak penebaran benih, tergantung pada kualitas pakan dan ukuran target pasar (biasanya 3-5 ekor per kg).
Apa pakan terbaik untuk bandeng selain pakan pabrik?
Selain pelet, Anda bisa memberikan pakan alternatif seperti azolla, plankton hasil pemupukan kolam, atau dedak halus yang dicampur dengan tepung ikan sebagai tambahan protein.
Mengapa bandeng di kolam beton sering mati mendadak?
Penyebab utama biasanya adalah pH air yang tidak stabil akibat sisa semen yang belum netral atau penumpukan amonia karena sistem sirkulasi yang buruk.
Berapa modal awal untuk budidaya bandeng di kolam terpal?
Modal awal sangat fleksibel, mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta sudah mencakup pembuatan kolam terpal ukuran 2x3 meter, bibit, dan pakan untuk satu siklus.

5 hours ago
7
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491679/original/043884100_1770103770-Cucak_Ijo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5290596/original/029365500_1753150307-unnamed__88_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5481421/original/036756900_1769128515-Untitled_design__9_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491576/original/032822800_1770100262-Penataan_Berundak_Tangga_Semen__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491533/original/041240700_1770098853-roti_tawar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491990/original/085992100_1770112978-unnamed-51.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491521/original/038351500_1770098566-cara_menanam_kacang_tanah_di_galon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491964/original/056402000_1770112522-bibit_tabulampot_vitra.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363427/original/049846500_1758940824-e2f045cef55b9b5d5c37659a88a3831b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5471243/original/044133800_1768281435-Pilih_Bibit_Unggul_dari_Stek_Batang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463879/original/035379600_1767673067-Jualan_es_buah_di_bulan_Ramadhan__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491442/original/095963800_1770095940-Jenis_Alas_Kandang_Ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491416/original/035691500_1770095531-pangkas_anggur.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460235/original/040236800_1767241080-Metode_Penanaman_dari_Benih_untuk_Stok_Utama.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491358/original/045745700_1770093184-Ide_Jualan_Desert_Kelapa_Muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488205/original/002110800_1769741796-Gemini_Generated_Image_icv54qicv54qicv5.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4739149/original/012118500_1707476747-Ilustrasi_bunga_wijaya_kusuma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466330/original/017724000_1767842394-Ember_Cat_atau_Bekas_Deterjen_untuk_menanam_seledri__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491757/original/073867100_1770105767-ChatGPT_Image_3_Feb_2026__15.02.18.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491245/original/001380000_1770088820-sambal_botol2.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)