Liputan6.com, Jakarta - Budidaya ikan air tawar kini semakin diminati karena bisa dilakukan dengan cara sederhana, bahkan di lingkungan rumah. Salah satu peluang yang menarik adalah cara budidaya ikan mujair di boks styrofoam bekas dengan modal minim yang dapat menjadi alternatif usaha rumahan bagi pemula.
Ikan mujair dikenal sebagai ikan konsumsi yang memiliki permintaan pasar cukup stabil. Selain mudah beradaptasi, ikan ini juga termasuk jenis ikan yang kuat terhadap perubahan kondisi lingkungan sehingga cocok dipelihara oleh pembudidaya baru.
Dengan memanfaatkan barang bekas seperti boks styrofoam, siapa pun dapat mencoba budidaya ikan mujair tanpa harus membuat kolam besar. Metode ini cocok untuk rumah dengan halaman terbatas, asalkan pengelolaan air, pakan, dan kepadatan ikan dilakukan dengan benar. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (17/6/2026).
Mengenal Potensi Budidaya Ikan Mujair Skala Rumahan
Ikan mujair atau Oreochromis mossambicus merupakan salah satu ikan air tawar yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Menurut informasi dari IPB Digitani, ikan mujair memiliki keunggulan berupa pertumbuhan yang cukup cepat, mudah beradaptasi, serta mampu berkembang biak dengan baik apabila kondisi pemeliharaan mendukung.
Banyak orang menganggap budidaya ikan membutuhkan lahan luas dan modal besar. Padahal, dengan kreativitas, wadah sederhana seperti boks styrofoam bekas dapat dimanfaatkan sebagai tempat pembesaran ikan mujair dalam skala kecil.
Konsep budidaya menggunakan styrofoam sebenarnya mengadopsi prinsip kolam mini. Wadah harus dibuat nyaman bagi ikan dengan memperhatikan kualitas air, jumlah ikan, dan kebersihan lingkungan. Meskipun ukurannya terbatas, hasil budidaya tetap dapat optimal jika dilakukan secara rutin dan disiplin.
Langkah pertama dalam budidaya ikan mujair menggunakan boks styrofoam adalah menyiapkan wadah. Pilih boks styrofoam yang masih kuat dan tidak mengalami banyak kerusakan atau retakan.
Boks bekas harus dibersihkan terlebih dahulu agar tidak mengandung sisa bahan, kotoran, atau bau yang dapat mengganggu kesehatan ikan. Cuci menggunakan air bersih, kemudian bilas sampai benar-benar tidak ada sisa sabun.
Setelah bersih, isi boks dengan air dan lakukan proses pengendapan selama sekitar 3–5 hari. Tahap ini bertujuan membantu menstabilkan kondisi air sebelum bibit ikan dimasukkan. Air yang digunakan sebaiknya berasal dari sumber yang bersih dan tidak tercemar limbah.
Menurut prinsip pemeliharaan ikan yang dijelaskan dalam materi budidaya ikan mujair dari IPB Digitani, kualitas air menjadi faktor penting dalam keberhasilan ternak ikan. Kondisi air ideal untuk ikan mujair perlu dijaga agar ikan tidak mudah stres dan terserang penyakit.
Letakkan boks styrofoam di lokasi yang mendapat cahaya cukup tetapi tidak terkena panas matahari langsung sepanjang hari. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat kualitas air cepat menurun. Penambahan tanaman air seperti eceng gondok juga dapat membantu menjaga kondisi lingkungan kolam mini.
Memilih dan Menebar Bibit Ikan Mujair
Pemilihan bibit menjadi tahap penting karena menentukan tingkat keberhasilan pembesaran. Gunakan bibit ikan mujair yang sehat dengan ukuran sekitar 8–12 cm atau bobot kurang lebih 15–20 gram.
Bibit yang baik biasanya memiliki gerakan aktif, warna tubuh cerah, tidak cacat, dan memiliki nafsu makan yang baik. Hindari memilih ikan yang terlihat lemah atau sering berada di permukaan air karena bisa menjadi tanda masalah kesehatan.
Penebaran bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari karena suhu air lebih rendah sehingga ikan tidak mudah mengalami stres. Jangan memasukkan ikan terlalu banyak ke dalam satu boks karena ruang terbatas dapat menyebabkan persaingan oksigen dan meningkatkan risiko kematian.
Untuk skala kecil, kepadatan ikan harus disesuaikan dengan ukuran wadah. Prinsipnya, semakin kecil wadah maka jumlah ikan harus semakin dibatasi agar kualitas air tetap terjaga.
Pemberian Pakan untuk Menekan Biaya
Salah satu kelebihan dari cara budidaya ikan mujair di boks styrofoam bekas dengan modal minim adalah biaya pakan dapat ditekan menggunakan sumber makanan alternatif.
Pakan utama dapat berupa pelet ikan dengan kandungan nutrisi yang sesuai. Namun, untuk menghemat pengeluaran, pembudidaya juga dapat memberikan pakan tambahan seperti dedak, kangkung, daun talas, atau sisa bahan makanan tertentu yang aman bagi ikan.
Berdasarkan rujukan budidaya ikan mujair dari IPB Digitani, pemberian pakan harus dilakukan secara teratur agar pertumbuhan ikan berjalan baik. Dalam budidaya intensif, pemberian pakan dapat dilakukan beberapa kali sehari dalam jumlah yang sesuai.
Jangan memberikan pakan secara berlebihan karena sisa makanan yang menumpuk dapat membusuk dan menyebabkan air menjadi keruh. Kondisi air yang buruk dapat menghambat pertumbuhan ikan bahkan menyebabkan kematian.
Perawatan Air dan Kebersihan Wadah
Perawatan air merupakan bagian penting dalam budidaya ikan mujair. Karena boks styrofoam memiliki volume air yang terbatas, perubahan kualitas air biasanya lebih cepat terjadi dibandingkan kolam besar.
Lakukan pengecekan kondisi air secara rutin. Jika air mulai keruh, berbau, atau banyak sisa pakan, lakukan penggantian sebagian air. Air yang diganti tidak harus seluruhnya, cukup sekitar 30–50 persen agar ikan tidak mengalami perubahan lingkungan secara tiba-tiba.
Menurut sumber budidaya ikan mujair dari Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, pergantian air secara berkala membantu menjaga kebersihan kolam dan mengurangi penumpukan sisa makanan.
Selain air, perhatikan juga kondisi ikan setiap hari. Ikan yang berenang tidak normal, kehilangan nafsu makan, atau sering muncul di permukaan perlu segera diperiksa agar masalah tidak menyebar.
Masa Panen Ikan Mujair
Ikan mujair umumnya dapat dipanen setelah masa pemeliharaan sekitar 4–5 bulan, tergantung kualitas bibit, pemberian pakan, dan kondisi lingkungan.
Proses panen sebaiknya dilakukan secara hati-hati agar ikan tidak mengalami luka. Kurangi air secara perlahan, kemudian gunakan jaring kecil untuk mengambil ikan. Ikan hasil panen dapat langsung dikonsumsi atau dijual sesuai ukuran dan kebutuhan pasar.
Dalam skala rumahan, budidaya menggunakan boks styrofoam memang tidak menghasilkan jumlah ikan sebanyak kolam besar. Namun, metode ini menjadi pilihan menarik untuk belajar budidaya, memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, atau dikembangkan menjadi usaha kecil.
Dengan perawatan yang konsisten, barang bekas yang sebelumnya tidak terpakai dapat berubah menjadi media produktif yang menghasilkan nilai ekonomi.
Tanya Jawab Seputar Ternak Ikan Mujair
1. Apakah ikan mujair bisa dipelihara di boks styrofoam bekas?
Ya, ikan mujair dapat dipelihara menggunakan boks styrofoam selama wadah bersih, ukuran sesuai, dan kualitas air selalu dijaga.
2. Berapa lama ikan mujair bisa dipanen?
Umumnya ikan mujair dapat dipanen sekitar 4–5 bulan setelah penebaran bibit, tergantung perawatan dan pertumbuhan ikan.
3. Berapa jumlah ikan mujair yang bisa dimasukkan ke boks styrofoam?
Jumlah ikan harus disesuaikan dengan ukuran boks. Hindari kepadatan berlebihan agar ikan mendapatkan oksigen yang cukup.
4. Apa makanan ikan mujair selain pelet?
Ikan mujair dapat diberi makanan tambahan seperti dedak, sayuran hijau, kangkung, daun talas, dan bahan alami lain yang aman.
5. Apakah budidaya ikan mujair cocok untuk pemula?
Ya, ikan mujair termasuk ikan yang cukup mudah dipelihara karena memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan tidak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472724/original/039206100_1768374193-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah4a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261248/original/013047800_1781692075-es_krim_HL.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5385863/original/035777200_1760946460-KIP_Kuliah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260977/original/072951100_1781670942-hl.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261064/original/070631900_1781677417-7700cb1c-b831-4671-b010-1cce7a34c927.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261074/original/066309700_1781677802-8595992911814338744.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486478/original/094414700_1769588326-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261046/original/000814700_1781676907-Tips_Membuat_Kolam_Ikan_yang_Tidak_Jadi_Sarang_Nyamuk.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260924/original/055407100_1781669786-hll.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261025/original/088504600_1781674847-5166f45a-580a-41d1-83e5-3504647f40ab.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5579993/original/016214700_1778123554-Ide_Jualan_Rumahan_untuk_Ibu_Rumah_Tangga_Tanpa_Modal_Besar_yang_Bisa_Sambil_Momong_Anak_Model_Jualan_Makanan_Beku_Siap_Masak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260863/original/005416700_1781666005-l.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527424/original/024629800_1773202469-Dapur_Minimalis_Bar_Sebagai_Solusi_Cerdas_untuk_Ruang_Terbatas_Model_Meja_Panjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260979/original/068367900_1781671155-17476626689019900735.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8261013/original/017825300_1781673493-2561337808573746173.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260999/original/061807200_1781671850-Gemini_Generated_Image_e3cjeae3cjeae3cj.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260966/original/093540900_1781670717-6295127324190153108.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8259252/original/032597200_1781493073-bansos_kemensos_fic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260950/original/062991700_1781670403-HL_teras.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8260906/original/039760600_1781669492-Tips_Menanam_Oyong_di_Pagar_Rumah_untuk_Panen_Berulang.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4860548/original/008900400_1718119829-11_WhatsApp_Image_2024-06-11_at_20.29.54.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5526511/original/001005500_1773124578-Gemini_Generated_Image_hoaciqhoaciqhoac.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3954503/original/001981300_1646633420-20220307-Panen_Sayuran_Hidroponik_di_Depan_Rumah-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500495/original/078901900_1770867904-photo-collage.png__15_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5531279/original/042155400_1773556323-000_JO9EV.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5244828/original/086195900_1749256325-20250606BL_Topshots_Timnas_Indonesia_Vs_China_8.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4813325/original/021386600_1714086538-GMCOq2zXQAAUCGw.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5311585/original/019819800_1754888475-SnapInsta.to_529962176_18519690463037072_163690177429814441_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5401010/original/034236800_1762154457-Bocoran_warna_iPhone_18_Pro_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4415431/original/078901700_1683198942-20230504AA_SEA_Games_2023_Timnas_Indonesia_Vs_Myanmar-21.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5529373/original/019567300_1773329437-Persis_vs_Bali_United.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5514118/original/045495100_1772081240-kandang_Ayam_Rooftop.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465586/original/014027200_1767771314-Bebek_Petelur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4261962/original/044473000_1671083484-harga_telur_ayam_di_tingkat_peternak_mencapai_29_ribu-ARBAS_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4174719/original/068939000_1664411162-42.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527338/original/066171500_1773200879-__________________________________1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505789/original/024305000_1771396732-unnamed-10.jpg)