Liputan6.com, Jakarta - Pakan ikan fermentasi telah menjadi solusi inovatif bagi para peternak, terutama pemula, yang ingin meningkatkan efisiensi budidaya. Metode ini melibatkan proses mikroba yang bertujuan untuk meningkatkan nilai nutrisi serta ketersediaan nutrisi dalam pakan. Dengan memanfaatkan aksi mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur, pakan asli diubah menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna dan bermanfaat bagi sistem pencernaan ikan.
Penerapan pakan fermentasi tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas nutrisi, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi operasional budidaya secara menyeluruh. Hal ini memungkinkan peternak untuk mengoptimalkan pertumbuhan ikan sekaligus menekan biaya produksi pakan yang kerap menjadi beban terbesar. Oleh karena itu, artikel ini akan mengupas tuntas panduan langkah demi langkah dalam membuat pakan ikan fermentasi yang efektif dan ekonomis.
Dengan pakan fermentasi, ikan dapat tumbuh lebih sehat, cepat, dan lingkungan kolam tetap terjaga. Simak selengkpanya.
Manfaat Pakan Ikan Fermentasi bagi Budidaya
Pakan ikan fermentasi menawarkan beragam keuntungan signifikan bagi peternak dan kesehatan ikan yang dibudidayakan. Salah satu manfaat utamanya adalah penghematan biaya pakan yang substansial. Fermentasi memungkinkan penggunaan bahan baku alternatif yang lebih murah, seperti dedak, ampas tahu, atau limbah pertanian, yang sulit dicerna jika diberikan langsung. Beberapa pembudidaya bahkan melaporkan efisiensi biaya hingga 20–30% setelah rutin menggunakan pakan fermentasi berbasis lokal.
Selain itu, proses fermentasi secara drastis meningkatkan kecernaan pakan. Mikroorganisme memecah bahan-bahan pakan menjadi bentuk yang lebih sederhana, sehingga nutrisi lebih mudah diserap oleh sistem pencernaan ikan. Pakan yang lebih mudah dicerna berarti penyerapan nutrisi yang lebih optimal dan kualitas pakan yang lebih baik secara keseluruhan.
Pakan fermentasi juga terbukti meningkatkan nafsu makan dan mempercepat pertumbuhan ikan. Penelitian menunjukkan bahwa pakan komersial yang difermentasi dengan probiotik dan molase dapat meningkatkan laju pertumbuhan dan efisiensi pakan pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dibandingkan pakan non-fermentasi. Pakan fermentasi ampas tahu, misalnya, dapat mempercepat pertumbuhan ikan lele. Manfaat lainnya termasuk mengurangi bau dan amonia kolam, menekan pertumbuhan patogen dengan menciptakan lingkungan asam, serta meningkatkan daya simpan pakan.
Bahan dan Peralatan untuk Pakan Fermentasi
Untuk memulai proses cara membuat pakan ikan fermentasi sederhana, persiapan bahan dan peralatan yang tepat adalah kunci. Bahan utama yang dapat digunakan sangat beragam dan dapat dikombinasikan sesuai ketersediaan. Beberapa pilihan populer meliputi dedak halus atau bekatul (2 kg), ampas tahu atau ampas tempe (2 kg), tepung jagung atau nasi sisa (1 kg), dan tepung ikan atau ikan rucah giling (1 kg). Untuk pakan lele, kombinasi ampas tahu (10 kg) dan dedak (5 kg) juga efektif.
Adapun bahan fermentasi atau starter yang umum digunakan adalah EM4 Perikanan sebanyak 10–20 ml, dicampur dengan molase atau gula merah cair sekitar 100 ml, dan air bersih secukupnya. Jika EM4 tidak tersedia, alternatifnya bisa menggunakan 2 botol Yakult atau sekitar 200 gram tape singkong matang. Probiotik ikan (50 ml) dan gula merah (250 gram) juga dapat menjadi pilihan starter yang baik.
Peralatan yang dibutuhkan relatif sederhana dan mudah ditemukan. Peternak akan memerlukan ember atau drum plastik bertutup rapat untuk wadah fermentasi, pengaduk kayu untuk mencampur bahan, serta karung plastik atau plastik tebal untuk menutup adonan pakan. Pastikan semua peralatan bersih untuk menghindari kontaminasi yang dapat menggagalkan proses fermentasi.
Cara Membuat Pakan Ikan Fermentasi Sederhana
Proses cara membuat pakan ikan fermentasi sederhana dimulai dengan persiapan yang cermat. Pertama, siapkan semua bahan utama dan bahan fermentasi dalam kondisi baik dan bersih. Langkah selanjutnya adalah mencampur bahan kering. Aduk rata semua bahan utama hingga homogen, memastikan tidak ada gumpalan.
Kemudian, larutkan starter fermentasi. Campurkan EM4 (atau penggantinya) dengan molase dan air bersih, aduk hingga larut sempurna. Takaran probiotik biasanya 5–10 ml per liter air dan 50–100 ml molase. Setelah itu, tuangkan larutan starter fermentasi ke bahan kering. Aduk rata hingga larutan homogen dan bahan kering menjadi lembap, namun tidak terlalu basah.
Tahap krusial berikutnya adalah proses fermentasi. Masukkan campuran pakan ke dalam wadah tertutup rapat, pastikan minim udara, lalu padatkan. Proses fermentasi berlangsung selama 3 hingga 5 hari pada suhu ruang, sekitar 27–30°C. Simpan wadah di tempat teduh dan hindari paparan sinar matahari langsung untuk menjaga kualitas fermentasi.
Ciri-Ciri Pakan Fermentasi yang Berhasil dan Cara Pemberiannya
Pakan fermentasi yang berhasil memiliki ciri-ciri khas yang mudah dikenali. Salah satu indikator utama adalah baunya yang harum asam manis, mirip seperti tape, bukan bau busuk. Teksturnya akan terasa lembut dan hangat saat disentuh. Penting juga untuk memastikan tidak ada jamur hitam atau hijau yang tumbuh, karena ini menandakan kegagalan fermentasi. Penurunan pH juga menjadi salah satu ciri keberhasilan, menciptakan lingkungan asam yang optimal.
Jika pakan mengeluarkan bau busuk menyengat, itu adalah tanda jelas bahwa proses fermentasi telah gagal dan pakan tersebut tidak boleh diberikan kepada ikan. Pakan yang gagal dapat membahayakan kesehatan ikan dan mencemari kolam. Oleh karena itu, pemeriksaan ciri-ciri ini sangat penting sebelum pakan diberikan.
Mengenai cara pemberian pakan fermentasi, frekuensi yang disarankan adalah 1–2 kali sehari. Takaran yang umum digunakan adalah 2–3% dari bobot ikan per hari, sesuai dengan kebutuhan harian ikan untuk pertumbuhan optimal. Pakan fermentasi dapat diberikan langsung atau dicampur dengan pelet komersial dengan perbandingan 50:50. Untuk benih ikan, pakan perlu dihaluskan terlebih dahulu agar mudah dicerna. Pemberian pakan secara bertahap juga dianjurkan agar ikan dapat mencerna dan mengonsumsi pakan secara berkelanjutan.
Tips Penyimpanan dan Pemberian Pakan Fermentasi untuk Pemula
Penyimpanan pakan fermentasi yang tepat sangat krusial untuk menjaga kualitasnya dan memperpanjang masa simpan. Pakan yang telah difermentasi dapat disimpan dalam wadah tertutup rapat selama 1–2 minggu. Jika ingin disimpan lebih lama, pakan dapat dijemur hingga kering, yang memungkinkan penyimpanan hingga 1 bulan. Penting untuk diingat bahwa pakan fermentasi rentan terhadap jamur jika tidak dikelola dengan benar, terutama karena kandungan airnya yang tinggi dan aktivitas mikroorganisme di dalamnya.
Beberapa tips tambahan untuk peternak pemula dalam cara membuat pakan ikan fermentasi sederhana meliputi:
- Jika proses fermentasi berlangsung lama, aduk pakan setiap 2 hari sekali. Untuk hasil maksimal, tambahkan probiotik langsung ke kolam.
- Hindari memberikan pakan fermentasi saat kondisi air kolam buruk, karena dapat memperparah situasi. Selain itu, berikan puasa pakan satu hari dalam seminggu untuk membantu proses pencernaan ikan.
- Kualitas bahan baku juga sangat menentukan keberhasilan fermentasi, jadi pastikan semua bahan dalam kondisi baik. Fermentasi pakan ikan nila dengan probiotik terbukti lebih efektif dibandingkan pakan tanpa fermentasi.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Apa itu pakan ikan fermentasi?
Pakan ikan fermentasi adalah pakan ternak yang diproses menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur untuk meningkatkan nilai nutrisi dan kecernaannya bagi ikan.
2. Apa saja manfaat utama menggunakan pakan ikan fermentasi?
Manfaat utamanya meliputi penghematan biaya pakan hingga 30-50%, peningkatan kecernaan dan nafsu makan ikan, percepatan pertumbuhan, pengurangan bau kolam, serta peningkatan daya tahan pakan.
3. Bahan apa saja yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan fermentasi sederhana?
Bahan utama bisa berupa dedak halus, ampas tahu, tepung jagung, atau tepung ikan. Untuk starter fermentasi, gunakan EM4 Perikanan, molase/gula merah cair, atau alternatifnya Yakult/tape singkong.

3 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493227/original/051087100_1770197972-unnamed__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493199/original/063002300_1770197405-Organizer_Belakang_Pintu__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493182/original/068502600_1770196863-talenan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493154/original/064002400_1770196137-Budidaya_Tabulampot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5474791/original/048943900_1768535636-manggot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493061/original/028344600_1770193255-noda_make_up.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5493308/original/046099400_1770201303-ilustrasi_bantal_guling_dijemur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492879/original/014441300_1770188607-Untitled_design__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5478377/original/050434200_1768899431-unnamed__18_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492852/original/082515500_1770187801-jenis_sayuran_berdaun_ungu_untuk_hiasi_teras.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489582/original/096754000_1769909127-Perawatan_Harian_untuk_Pertumbuhan_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492899/original/054066100_1770189025-Bunga_jam_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492840/original/043115600_1770187373-meja_dapur_2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485994/original/043269200_1769571960-unnamed-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487156/original/036936600_1769658766-pakan_ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492961/original/016577800_1770190409-b286b904-36cb-436c-a594-1a59a46a9733.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489564/original/071051900_1769904662-Baking_Soda___Cuka_Tanpa_Air_Panas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492945/original/080608800_1770189955-unnamed-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492871/original/061346200_1770188299-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__13.57.45.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492772/original/014071500_1770185073-Mengurangi_debu_kipas_angin_dengan_mengoleskan_baby_oil__Gemini_AI_.jpg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)