Cara Pembuatan Mi Sohun Tradisional, Sajian Bebas Gluten yang Mudah Dikreasikan

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Cara pembuatan mi Sohun tradisional menjadi salah satu yang cukup menarik diperbincangkan, utamanya bagi para pecinta mi. Perlu diketahui, Sohun (atau Sohun) merupakan jenis mi yang terbuat dari pati yang memberikan tekstur kenyal dan tampilan bening khas setelah dimasak. Sebagaimana diutarakan Widi (40), pengusaha Mi Sohun di Desa Manjung, Klaten, yang sudah menjalankan bisnisnya secara turun temurun itu membeberkan bahan baku pembuatan Sohun.

“Kalau bahan (sohun) itu murni dari tepung sagu dan tepung aren. Selain itu tidak ada bahan yang lain. Paling minyak goreng untuk melumasi nampan biar tidak lengket pas waktu dijemur,” ujar Widi saat ditemui tim Liputan6.com pada Rabu (28/1/2026) di lokasi pembuatan Mi Sohun miliknya.

Terbuat dari bahan baku non-gandum membuat Sohun sering menjadi alternatif aman dan menarik bagi mereka yang memiliki sensitivitas terhadap gluten. Belum lagi Sohun juga bisa menjadi alternatif makan sehat bagi yang sedang menjalani diet tertentu karena dianggap sebagai sumber makanan relatif rendah kalori dan gula tetapi menawarkan jumlah karbohidrat tinggi.

Artikel ini akan membahas secara lengkap cara pembuatan mi sohun tradisional, eksistensi, hingga kandungan gizinya yang luar biasa. Berikut penjelasan selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, termasuk wawancara ekslusif dengan Widi sang perajin Mi Sohun di Klaten.

Bahan dan Alat Pembuatan Mi Sohun

Berikut bahan untuk membuat mi Sohun:

  • Pati (misalnya pati kacang hijau, singkong, jagung, sagu, aren).
  • Air bersih dalam jumlah cukup.
  • Minyak untuk melumasi nampan biar gak lengket pas waktu dijemur.

Diutarakan Widi, ciri khas perusahaan Mi Sohun tempatnya adalah tanpa tambahan pewarna. Hal itu mengingat di beberapa tempat, ada yang menggunakannya untuk produksi Mi Sohun.

“Bahan bakunya ori pakai tepung sagu dan tepung aren. Kalau di tempat lain ada juga yang pakai pewarna seperti biru, di sini tidak,” jelas Widi.

Kunci utama pembuatan sohun adalah penggunaan pati yang berkualitas sehingga sohun memiliki tekstur kenyal dan transparan setelah dimasak. Selain itu, jenis pati yang digunakan dapat mempengaruhi tekstur akhir. Jadi Widi pun mengupayakan semaksimal mungkin pengadaan bahan baku berkualitas, meskipun tepung aren sebagai salah satu bahan baku, diakuinya cukup susah dicari.

“Bahan bakunya itu susah dicari sekarang, kan pakai tepung aren. Karena budidaya aren itu cukup susah sepengetahuan saya. Kalau sagu itu kan tumbuhnya di pinggir rawa atau danau, tapi kalau aren di pegunungan. Sagu bisa dipanen 3-4 tahun sekali, berkembangnya juga cepat, tapi kalau aren lebih lama,” jelas Widi.

Alat Utama Pembuatan Mi Sohun

Wadah / Baskom Besar

  • Pengaduk (Sendok Kayu / Spatula / Pengaduk Manual)
  • Kompor atau Tungku
  • Panci Besar / Wajan Tebal
  • Cetakan Mi Sohun, ada cetakan manual dari kayu/logam, hingga mesin press.
  • Panci Berisi Air Panas / Air Mendidih
  • Saringan / Serok
  • Rak Pengering / Alas Jemur/Seng
  • Pisau atau Gunting

“Tempat pencucian itu juga harus luas. Karena semakin luas tempat, semakin banyak produksi (sohun). Pembuatan sohun kurang bisa dikerjakan di lahan sempit, karena nantinya (hasil) juga kurang maksimal,” jelas Widi.

Langkah-Langkah Pembuatan Mi Sohun Tradisional

Widi kepada Liputan6.com memaparkan secara rinci tentang cara membuat mie sohun secara tradisional yang dia terapkan di perusahaan miliknya.

“Kalau soal proses pembuatan sohun, tepung aren itu kita cuci sampai 8 kali atau sampai benar-benar bersih. Karena kalau tidak bersih berpengaruh ke kualitas akhirnya nanti. Setelah itu tepung diendapkan semalam lalu dibuat adonan, dimasak, dan akhirnya dicetak jadi mie. Kalau pengemasan itu dibantu ibu-ibu sekitar sini,” ujar Widi.

Berikut rinciannya:

1. Mempersiapkan Adonan Pati

Langkah pertama adalah melarutkan pati ke dalam air bersih hingga membentuk adonan yang cukup kental. Semakin homogen adonannya, semakin baik tekstur sohun nantinya. Penggunaan alat pengaduk tangan atau mesin panggul (mixer) kecil dapat membantu mendapatkan konsistensi yang stabil.

2. Proses Memasak dan Gelatinisasi Pati

Setelah adonan siap, panaskan adonan di atas api sedang sambil terus diaduk. Tujuan utama proses ini adalah membawa pati melalui proses gelatinisasi, di mana pati menyerap air dan pecah menjadi struktur yang lebih lunak dan kenyal, langkah penting untuk menghasilkan mi yang tidak mudah patah saat direbus.

3. Mencetak Sohun

Setelah adonan matang dan menjadi lengket, siapkan cetakan sohun — alat dengan lubang-lubang kecil. Tekan adonan melalui cetakan ke dalam air panas mendidih. Helai mi akan langsung terbentuk dan mulai matang saat bersentuhan dengan air panas.

4. Pengeringan

Langkah terakhir adalah menjemur sohun yang sudah terbentuk dan matang. Jemur di bawah sinar matahari hingga benar-benar kering. Tahap ini membuat sohun lebih tahan lama dan mudah diolah kapan saja. Pastikan sohun benar-benar kering untuk menghindari jamur saat penyimpanan.

Sering Dimiripkan dengan Bihun, Apa Bedanya?

Sohun dan bihun sering dikira sama karena keduanya berbentuk mi tipis dan sering digunakan dalam hidangan berkuah atau tumis. Namun, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya.

“Ya, kalau sohun itu murni bahan bakunya dari tepung aren dan tepung sagu. Sementara bihun itu bahan bakunya dari tepung beras. Teksturnya juga beda, sohun itu lebih kenyal dibanding bihun,” ucap Widi.

Warna dan Tekstur

Sohun: Kering berwarna putih transparan, berubah bening setelah dimasak, dan teksturnya licin serta kenyal.

Bihun: Kering berwarna putih agak keruh, dan setelah dimasak tetap menunjukkan warna putih agak kekuningan dengan tekstur yang lebih lembut dan sedikit lebih padat.

Cara Mengolah

  • Sohun biasanya perlu direndam lebih lama agar helai-helainya lunak sebelum dimasak lebih lanjut.
  • Bihun cenderung lebih cepat melunak karena struktur berasnya.

Keunggulan Sohun Tradisional sebagai Mi Bebas Gluten

Melansir laman cygluten, karena terbuat dari pati nabati seperti tepung kacang hijau dan ubi jalar, sohun tidak mengandung gluten, aman dikonsumsi oleh mereka yang sensitif terhadap gluten atau memiliki kondisi medis seperti celiac. Selain aman bagi yang sensitif terhadap gluten, mi berbasis pati seperti soun juga sering digunakan dalam penelitian pangan sebagai alternatif sehat untuk memenuhi kebutuhan gluten-free.

Fakta lainnya, sohun memiliki karbohidrat sederhana yang mudah diserap tubuh sehingga tidak terlalu memberatkan pencernaan, cocok sebagai menu harian. Secara keseluruhan, mi sohun merupakan sumber makanan yang relatif rendah kalori, sodium, dan gula, tetapi menawarkan jumlah karbohidrat yang cukup.

Laris di Pasaran

Dalam pengakuannya, Widi memastikan bahwa minat pasar terhadap mi sohun sangat tinggi dan stabil. Jadi meskipun saat musim penghujan produksinya sedikit terkendala, Widi dan karyawan lainnya berupaya maksimal untuk memenuhi permintaan pasar, termasuk ke pelanggan-pelanggannya yang mayoritas berasal dari Jawa Timur.

“Rata-rata produksi sohun minimal 1 kuintal 1 kali proses. Kalau cuaca bagus itu bisa 3 kali proses. 1 tempat itu minimal produksi 3 kuintal perhari rata-rata sekarang. Pelanggan utama sohun dari Jawa Timur, hampir 90 persen ke sana. Rata-rata pelanggan itu agen yang kulakan untuk toko-tokonya,” ujar Widi.

Sebagai informasi tambahan, Widi dan mayoritas warga Desa Manjung memang terkenal sebagai salah satu sentra produksi Mi Sohun. Bahkan hal itu telah berlangsung secara turun-temurun sejak tahun 1950 dan telah menjadi salah satu sumber penghasilan warganya. Variasi makanan olahan Mi Sohun pun semakin diterima masyarakat seiring waktu, termasuk kuliner sehat.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Pembuatan Mi Sohun

1. Apa bahan utama sohun tradisional?

Bahan utama sohun adalah pati dari kacang hijau, singkong, atau jagung.

2. Mengapa sohun dianggap bebas gluten?

Karena sohun dibuat dari pati, bukan gandum sehingga tidak mengandung protein gluten.

3. Apa proses penting dalam pembuatan sohun?

Proses pentingnya adalah memasak adonan hingga pati mengalami gelatinisasi.

4. Bagaimana tekstur sohun setelah matang?

Sohun memiliki tekstur kenyal dan transparan setelah matang.

5. Dalam hidangan apa sohun sering digunakan?

Sohun sering dipakai dalam sup, tumisan, salad, atau sebagai isian lumpia.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|