Proses Bedengan untuk Menanam Bengkuang, Berkontribusi pada Keberhasilan Budidaya

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya bengkuang merupakan aktivitas pertanian yang menjanjikan, terutama jika dilakukan dengan metode yang tepat. Salah satu tahapan krusial yang seringkali menjadi penentu keberhasilan panen adalah proses bedengan untuk menanam bengkuang. Teknik ini sangat penting untuk memastikan pertumbuhan umbi yang optimal serta hasil panen yang maksimal di lahan tanam.

Bedengan atau dikenal juga sebagai guludan, merupakan gundukan tanah memanjang yang sengaja dibentuk di area penanaman. Pembentukan struktur tanah ini memiliki peran vital dalam menciptakan lingkungan tumbuh yang ideal bagi akar bengkuang.

Dengan menerapkan proses bedengan secara benar, petani dapat mengoptimalkan berbagai aspek budidaya, mulai dari drainase hingga aerasi tanah. Hal ini secara langsung akan berdampak pada kualitas dan kuantitas umbi bengkuang yang dihasilkan, menjadikannya langkah awal yang tak boleh terlewatkan.

Manfaat Penting Bedengan dalam Budidaya Bengkuang

Bedengan bukan sekadar tumpukan tanah biasa, melainkan sebuah media tanam yang dirancang khusus untuk mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura seperti bengkuang. Penggunaan bedengan ini membawa sejumlah manfaat signifikan yang berkontribusi pada keberhasilan budidaya.

Salah satu keuntungan utama dari bedengan adalah kemampuannya dalam meningkatkan drainase tanah secara efektif. Struktur gundukan ini mencegah genangan air, terutama pada lahan yang cenderung lembap, sehingga akar bengkuang terhindar dari risiko pembusukan. Selain itu, bedengan juga memperbaiki aerasi tanah, memastikan sirkulasi udara yang baik di dalam media tanam yang esensial untuk pernapasan akar dan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.

Hal ini juga disampaikan oleh Edy Sutikno (60), pegiat kebun rumahan asal Wonosobo, Jawa Tengah yang berpengalaman menanam bengkuang selama 5 tahun.

"Bedengan itu buat menampung debit air atau drainese. Tanaman bengkuang tidak berani dengan tanah yang lembap, pun supaya jarak tanaman saat berbuah tidak berdempetan," kata Edy saat dihubungi Liputan6.com pada Selasa (3/2/2026).

Lebih lanjut, bedengan membantu menata media tanam menjadi lebih rapi dan terstruktur, memudahkan petani dalam mengatur jarak tanam, proses pemupukan, serta pengendalian hama atau gulma. Kondisi drainase dan aerasi yang optimal ini secara langsung mendukung distribusi dan penetrasi akar bengkuang yang lebih luas, sehingga penyerapan hara dan air menjadi lebih efisien. Dampak akhirnya adalah peningkatan pertumbuhan serta produksi tanaman bengkuang yang lebih berkualitas dan melimpah.

Langkah Persiapan Lahan dan Pembentukan Bedengan Bengkuang

Persiapan lahan yang matang adalah fondasi utama sebelum memulai proses bedengan untuk menanam bengkuang. Edy juga mengatakan bahwa persiapan lahan, tanah dicangkul dibuat gembur. Tahap awal melibatkan pengolahan tanah secara menyeluruh, di mana tanah harus digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul sedalam 30 hingga 40 cm.

Penggemburan ini bertujuan untuk memperbaiki struktur daerah perakaran tanaman, kelembaban, dan aerasi tanah, sekaligus membantu mengendalikan tumbuhan pengganggu. Setelah dicangkul, tanah sebaiknya dibiarkan selama beberapa hari agar terkena sinar matahari, membantu mengurangi potensi hama dan gulma.

Setelah tanah gembur dan siap, langkah berikutnya adalah pembentukan bedengan atau guludan. Edy mengatakan jika bedengan dibuat agar tanaman bengkuang mudah dirawat. Ukuran bedengan memiliki peran penting dalam menentukan ruang tumbuh tanaman. Lebar bedengan umumnya berkisar antara 70 cm hingga 1 meter, namun beberapa sumber menyarankan lebar ideal 80 hingga 120 cm untuk penanaman dua baris. Ketinggian bedengan yang ideal adalah 20-30 cm, atau bisa ditingkatkan hingga 40 cm pada lahan yang rentan genangan air, sementara panjangnya disesuaikan dengan kontur dan luas lahan, biasanya 10 hingga 15 meter.

Selain ukuran bedengan, jarak antar bedengan atau kalen juga perlu diperhatikan, yaitu sekitar 40-50 cm. Jarak ini krusial untuk memberikan akses yang cukup bagi petani saat melakukan perawatan, serta memastikan sirkulasi udara dan pencahayaan yang optimal bagi tanaman. Kalen juga berfungsi sebagai saluran drainase alami.

Tahap terakhir dalam persiapan ini adalah pemberian pupuk dasar. Menurut Edy, pupuk dasar biasanya menggunakan pupuk kandang. "Awal pakai pupuk kandang, pupuk lain menyusul," ujarnya.

Setelah bedengan terbentuk, sebarkan pupuk kandang atau kompos secara merata di atas bedengan dengan dosis anjuran sekitar 20 ton per hektare. Pupuk ini kemudian diaduk hingga merata dengan tanah bedengan. Pemberian pupuk dasar ini idealnya dilakukan satu hingga dua minggu sebelum masa tanam, atau segera setelah pengolahan lahan dan pembentukan bedengan selesai.

Panduan Penanaman Benih Bengkuang di Bedengan

Setelah proses bedengan untuk menanam bengkuang selesai dan lahan siap, langkah selanjutnya adalah penanaman benih. Pertama, buatlah lubang tanam pada bedengan. Dalam satu bedengan, dimungkinkan untuk membuat dua baris lubang tanam. Lubang tanam ini dapat dibuat dengan tugal sedalam 5-7 cm, meskipun beberapa referensi juga menyebutkan kedalaman 1-2 cm.

Jarak tanam adalah faktor penting yang sangat berpengaruh pada ukuran umbi bengkuang yang akan dihasilkan. Jarak tanam yang ideal untuk mendapatkan umbi bengkuang berukuran besar adalah sekitar 20 x 30 cm, yang berarti 20 cm jarak dalam baris dan 30 cm jarak antar baris. Jarak ini memastikan setiap tanaman mendapatkan unsur hara dan sinar matahari secara merata, tanpa adanya persaingan yang tidak perlu. Beberapa sumber lain juga menyebutkan jarak tanam 25 cm antar lubang, bahkan 15x15 cm untuk budidaya organik.

Proses penanaman benih dilakukan dengan memasukkan biji bengkuang ke dalam setiap lubang tanam. Untuk hasil yang maksimal, disarankan untuk menanam 1 biji per lubang. Setelah benih dimasukkan, tutup kembali lubang tanam dengan tanah tipis-tipis yang sebelumnya telah dicampur dengan pupuk. Terakhir, siram tanah secukupnya untuk menjaga kelembapan awal yang diperlukan bagi perkecambahan benih.

Perawatan Awal untuk Pertumbuhan Optimal Bengkuang

Setelah benih bengkuang ditanam pada bedengan, perawatan awal menjadi krusial untuk memastikan pertumbuhan yang optimal. Penyiraman harus dilakukan secukupnya, terutama saat cuaca panas, guna menjaga kelembaban tanah. Namun, sangat penting untuk menghindari penyiraman yang berlebihan hingga tanah menjadi terlalu lembap, karena kondisi ini dapat menyebabkan tanaman mati dan layu akibat pembusukan akar.

"Penyiraman sehari cukup 1 kali, kalau hujan sudah nggak perlu disiram. Tambahan, lahan tidah boleh tertutup, harus terkena sinar (matahari)," tutup Edy.

Selanjutnya, penyiangan gulma merupakan kegiatan rutin yang tidak boleh diabaikan. Gulma dapat menjadi pesaing serius dalam perebutan nutrisi dan air, sehingga penyiangan perlu dilakukan secara berkala, misalnya setiap dua minggu sekali, untuk memastikan bengkuang mendapatkan semua sumber daya yang dibutuhkan. Proses ini juga membantu menjaga kebersihan area tanam dan mengurangi potensi serangan hama.

Selain penyiraman dan penyiangan, pemupukan lanjutan juga penting untuk mendukung pembentukan umbi. Pemupukan ini dapat dilakukan saat tanaman berumur 2-3 bulan, dengan kondisi bedengan dalam keadaan basah agar penyerapan nutrisi lebih efektif. Dosis pupuk anjuran untuk tanaman bengkuang antara lain Urea 60-120 kg/ha, TSP 30 kg P2O5/ha, dan KCL 50 kg K2O/ha. Pemberian pupuk ini akan mempercepat pertumbuhan dan pembesaran umbi, memastikan hasil panen yang melimpah dan berkualitas.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Apa itu bedengan dalam budidaya bengkuang?

Bedengan adalah gundukan tanah memanjang di lahan tanam yang berfungsi sebagai media tanam tertata, meningkatkan drainase dan aerasi tanah, serta memudahkan pengelolaan budidaya bengkuang.

2. Berapa ukuran ideal bedengan untuk menanam bengkuang?

Ukuran ideal bedengan adalah lebar 70 cm hingga 1 meter (atau 80-120 cm untuk dua baris) dan tinggi 20-30 cm (hingga 40 cm di lahan rawan genangan).

3. Kapan waktu yang tepat untuk memberikan pupuk dasar pada bedengan bengkuang?

Pupuk dasar diberikan satu hingga dua minggu sebelum masa tanam, atau setelah pengolahan lahan dan pembentukan bedengan.

4. Berapa jarak tanam yang disarankan untuk bengkuang agar umbinya besar?

Jarak tanam yang ideal untuk menghasilkan umbi besar adalah sekitar 20 x 30 cm (20 cm dalam baris dan 30 cm antar baris).

5. Mengapa penyiraman tidak boleh berlebihan pada tanaman bengkuang?

Penyiraman berlebihan dapat menyebabkan tanah terlalu lembap, yang berisiko membuat akar bengkuang membusuk dan tanaman mati atau layu.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|