Sejarah Kota Jakarta, Perjalanan Panjang dari Pelabuhan Kuno hingga Ibu Kota Negara

4 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - HUT ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026 mengusung tema “Bergerak Menuju Era Baru Jakarta”, karena itu sejarah Kota Jakarta perlu diketahui. Momentum ini menjadi pengingat pentingnya memahami perjalanan panjang Jakarta yang kini menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan berbagai aktivitas di Indonesia.

Jakarta berkembang dari sebuah pelabuhan kecil di muara Sungai Ciliwung hingga menjadi ibu kota negara. Perjalanan sejarahnya mencerminkan dinamika perdagangan, kekuasaan, dan perubahan sosial selama berabad-abad.

Seiring waktu, wilayah ini mengalami beberapa kali pergantian nama, mulai dari Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga Jakarta. Setiap nama mencerminkan periode kekuasaan dan perkembangan sejarah yang membentuk identitas kota saat ini.

Dari Sunda Kelapa Menuju Jayakarta

Pada abad ke-12 hingga ke-14, wilayah Sunda Kelapa merupakan pelabuhan penting di bawah Kerajaan Sunda (Pajajaran). Pelabuhan ini menjadi pusat perdagangan regional yang menghubungkan berbagai wilayah di Nusantara dan mancanegara.

Pada tahun 1522, Kerajaan Sunda menjalin perjanjian dengan Portugis terkait perdagangan dan pembangunan benteng di Sunda Kelapa. Namun, kerja sama ini tidak berlangsung lama karena dinamika politik di kawasan pesisir utara Jawa.

Perubahan besar terjadi pada 22 Juni 1527 ketika pasukan dari Kesultanan Demak di bawah pimpinan Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis. Setelah kemenangan tersebut, nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta, yang berasal dari bahasa Sanskerta jaya (kemenangan) dan kṛta (kejayaan/kesejahteraan), sehingga bermakna “kemenangan yang sempurna”.

Tanggal 22 Juni kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Jakarta pada tahun 1956. Setelah itu, wilayah ini berkembang sebagai kota pelabuhan di bawah pengaruh Kesultanan Banten.

Batavia pada Masa Kolonial Belanda

Pada tahun 1619, VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen merebut Jayakarta dan menghancurkan kota tersebut. Di atas reruntuhannya, VOC mendirikan kota baru yang dinamakan Batavia pada tahun 1621.

Nama Batavia diambil dari sebutan Latin untuk leluhur bangsa Belanda, yaitu Batavieren. Meskipun sempat dipertimbangkan nama lain seperti Nieuw Hoorn, akhirnya Batavia digunakan sebagai nama resmi kota kolonial tersebut.

Pada masa Hindia Belanda, Batavia berkembang sebagai pusat pemerintahan kolonial, perdagangan, dan aktivitas ekonomi. Kota ini juga dibangun dengan sistem kanal untuk mengatasi banjir, meniru kota-kota di Belanda.

Pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20, pusat pemerintahan kolonial berkembang ke wilayah Weltevreden (kawasan sekitar Gambir dan Menteng saat ini). Batavia juga menjadi saksi berkembangnya organisasi pergerakan nasional, termasuk Kongres Pemuda Kedua pada tahun 1928.

Dari Pendudukan Jepang hingga Ibu Kota Indonesia

Pada 5 Maret 1942, Batavia diduduki oleh Jepang dalam Perang Dunia II. Belanda kemudian menyerah secara resmi pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Jawa Barat.

Pada masa pendudukan Jepang, nama Batavia diganti menjadi Jakarta (secara administratif disebut Jakarta Tokubetsu-shi). Perubahan ini menandai awal penggunaan nama Jakarta secara resmi.

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jakarta, kota ini menjadi pusat pemerintahan Republik Indonesia. Sejak saat itu, Jakarta tetap berperan sebagai ibu kota negara.

Pada tahun 1950-an hingga 1960-an, status administratif Jakarta mengalami beberapa perubahan hingga ditetapkan sebagai Daerah Khusus Ibu Kota (DKI Jakarta). Penetapan ini memperkuat perannya sebagai pusat pemerintahan nasional.

Hingga kini, Jakarta terus berkembang menjadi salah satu kota megapolitan terbesar di Asia Tenggara dan pusat utama aktivitas ekonomi Indonesia.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah Kota Jakarta

Q: Mengapa 22 Juni diperingati sebagai Hari Jadi Kota Jakarta?

A: Tanggal 22 Juni diperingati sebagai Hari Jadi Kota Jakarta karena pada 22 Juni 1527 pasukan di bawah pimpinan Fatahillah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis dan mengganti namanya menjadi Jayakarta. Peristiwa ini kemudian ditetapkan sebagai dasar hari lahir Jakarta oleh Pemerintah Kota pada tahun 1956.

Q: Apa saja nama-nama yang pernah digunakan untuk Jakarta sepanjang sejarah?

A: Sepanjang sejarahnya, Jakarta telah dikenal dengan beberapa nama, yaitu Sunda Kelapa (abad ke-12–1527), Jayakarta (1527–1619), Batavia (1619–1942), Jakarta Tokubetsu-shi pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), serta Djakarta pada awal masa kemerdekaan (1945–1949), dan akhirnya Jakarta (sejak 1949 hingga sekarang).

Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|