Tahap Budidaya Bengkuang Supaya Hasil Buahnya Baik, Gunakan Tanah Berpasir

2 hours ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bengkuang (Pachyrhizus erosus) merupakan tanaman umbi-umbian populer di Indonesia yang dikenal dengan umbinya berwarna putih, kaya air, dan bercita rasa segar. Selain bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan, bengkuang juga berpotensi menjadi komoditas pertanian yang menguntungkan jika dibudidayakan dengan tepat.

Keberhasilan budidaya bengkuang sangat dipengaruhi oleh pemilihan lokasi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan tumbuhnya. Walaupun termasuk tanaman tropis yang relatif mudah ditanam, kondisi lahan dan perawatan tetap memegang peranan penting dalam menentukan hasil panen.

Bagi pemula, pemahaman tahapan budidaya dari pemilihan benih hingga panen menjadi kunci utama untuk mendapatkan umbi berkualitas. Dengan perencanaan matang dan praktik budidaya yang benar, hasil panen bengkuang dapat optimal dan memberikan keuntungan maksimal. Berikut ulasan selengkapnya yang telah Liputan6.com rangkum dari Edy Sutikno (60) selaku pegiat kebun rumahan di Leksono, Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026). 

Pemilihan Benih/Bibit Bengkuang Berkualitas

Langkah awal dalam budidaya bengkuang yang sukses adalah pemilihan benih atau bibit yang berkualitas tinggi. Benih bengkuang dapat diperoleh dari polongnya atau langsung dari umbi bengkuang itu sendiri. Jika untuk tujuan produksi komersial, penggunaan biji sangat disarankan karena menghasilkan tanaman yang lebih seragam dan produktif.

Pilihlah benih yang berasal dari tanaman induk yang sehat, normal, dan memiliki riwayat produktivitas tinggi. Ciri-ciri buah bengkuang yang ideal untuk dijadikan benih adalah yang sudah tua, berbentuk sempurna, sehat, dan kulitnya telah mengering. Hindari biji yang keriput atau rusak, serta pastikan ukurannya sedang hingga besar untuk potensi pertumbuhan terbaik.

Dari pengalaman Edy, pegiat kebun rumahan yang berpengalaman menanam bengkuang selama 5 tahun saat merantau ke Kalimantan, kunci agar bengkuang cepat tumbuh besar adalah bijinya direndam terlebih dahulu. "Biji bengkuang direndam 1 malam agar cepat tumbuh," ujarnya saat dihubungi Liputan6.com pada Selasa (3/2/2026).

Sebelum ditanam, biji perlu melalui proses seleksi dan perlakuan khusus. Rendam biji dalam air bersih atau larutan air garam selama 12 jam; biji yang baik akan tenggelam, sementara yang jelek akan mengapung. Setelah itu, cuci biji yang tenggelam hingga bersih dan pertimbangkan merendamnya dalam larutan insektisida untuk mencegah serangan semut. Jemur biji hingga kering, lalu rendam semalam lagi sebelum disemai hingga tumbuh menjadi bibit setinggi sekitar 5 cm. Biji yang sudah dipetik dan kering sempurna dapat disimpan hingga 1 tahun dalam keadaan masih terbungkus kulit.

Persiapan Lahan Ideal untuk Bengkuang

Karakteristik lahan memegang peranan krusial dalam menentukan keberhasilan tahap budidaya bengkuang. Bengkuang tumbuh optimal pada tanah yang subur, gembur, dan memiliki drainase yang baik, kondisi ini sangat mendukung perkembangan umbi.

Seperti dikatakan Edy, tanah lempung berpasir dengan kandungan hara tinggi dan tingkat keasaman pH 4,5-8 adalah jenis tanah yang paling ideal. Pengolahan tanah harus dilakukan secara menyeluruh dengan mencangkul atau membajak hingga gembur. "Tanah berpasir itu bagus, lalu dicangkul dibuat gembur," kata Edy. 

Pembongkaran tanah sebaiknya dilakukan saat musim kemarau, yaitu sekitar bulan September hingga November untuk memastikan tanah dalam kondisi terbaik. Disampaikan oleh Edy bahwa setelah tanah diolah, buatlah bedengan atau guludan dengan ukuran panjang tidak lebih dari 10 meter, lebar 80-100 cm, dan tinggi 20-30 cm. Jarak antar bedengan sekitar 40-50 cm, di mana parit yang terbentuk akan berfungsi menampung dan mengalirkan air saat hujan deras.

Setelah bedengan terbentuk, sebarkan pupuk kandang atau kompos secara merata sebagai pupuk dasar. Biarkan bedengan terjemur di bawah sinar matahari selama beberapa waktu agar sisa gulma mengering dan bibit hama atau penyakit mati. Kondisi lingkungan juga penting; ketinggian ideal untuk budidaya bengkuang adalah 200-800 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan 700-1000 mm per tahun, dan suhu ideal 25-28°C. Waktu tanam terbaik adalah setelah hujan turun 1-2 kali, atau ketika tanah bedengan sudah basah hingga kedalaman 30-50 cm.

"Pastikan lahan tanaman tidak tertutup, harus terkena sinar (matahari)," ungkap Edy, memberikan sebuah tips.

Proses Penanaman Benih Bengkuang

Setelah persiapan lahan selesai, tahap budidaya bengkuang selanjutnya adalah proses penanaman. Buatlah lubang tanam menggunakan tugal dengan diameter sekitar 5 cm dan kedalaman 3-5 cm atau 5-7 cm. Pastikan jarak antar lubang tanam bervariasi antara 25 cm, 30-40 cm, atau bahkan 15x15 cm hingga 20x20 cm, tergantung pada preferensi dan varietas.

Masukkan satu biji bengkuang ke dalam setiap lubang tanam untuk mendorong pertumbuhan umbi yang besar dan seragam. Menanam lebih dari satu biji per lubang dapat menyebabkan persaingan nutrisi dan menghasilkan umbi yang lebih kecil. Setelah biji dimasukkan, tutup lubang tanam dengan lapisan tipis tanah yang telah dicampur pupuk, kemudian siram secukupnya untuk menjaga kelembaban tanah.

Penyulaman merupakan langkah penting jika ada tanaman yang tidak tumbuh atau menunjukkan pertumbuhan abnormal. Segera ganti bibit yang bermasalah dengan bibit baru, namun pastikan penyulaman tidak dilakukan lebih dari 15 hari setelah tanam. Hal ini penting untuk menjaga keseragaman pertumbuhan dan hasil panen.

Pemeliharaan Tanaman Bengkuang yang Efektif

Pemeliharaan tanaman yang rutin dan tepat adalah kunci dalam tahap budidaya bengkuang. Penyiraman harus dilakukan secara teratur untuk menjaga kelembaban media tanam, terutama saat musim kemarau atau ketika tanah terlihat kering.

Adapun masukan dari Edy untuk budidaya bengkuang skala rumahan bahwa tanaman bengkuang disiram bila kering, sehari cukup satu kali. "Kalau hujan enggak perlu disiram," jelas Edy. 

Selain itu, penyiangan gulma di sekitar tanaman juga sangat penting untuk menghindari persaingan nutrisi dan air. Pemupukan susulan diperlukan untuk memastikan tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup. Berikan pupuk ZA saat tanaman berumur 3 minggu, dan ulangi setiap 2 minggu sekali dengan dosis sekitar 5-8 gram per pohon.

Pemangkasan juga merupakan aspek krusial; tujuan utamanya adalah mengarahkan sari makanan agar fokus pada pembentukan umbi, bukan pertumbuhan daun atau bunga. Jika bunga tidak dipangkas, umbi bengkuang cenderung tumbuh memanjang dan berukuran kecil.

"Perawatan daun yang menjalar dipangkas agar tidak saling menutupi, biasanya setelah 1 bulan," jelas laki-laki asal Wonosobo, Jawa Tengah itu.

Tahap pemangkasan meliputi pemotongan pucuk daun muda saat tanaman berumur 1 bulan, diikuti dengan pemangkasan pucuk dan bunga saat usia 2 bulan (setelah 80% bunga mekar). Pada usia 3-5 bulan, gunting kembali bunga dan daun muda, termasuk bunga di ketiak daun. Lakukan pelepasan tunas-tunas baru secara rutin setelah pemangkasan ketiga untuk memaksimalkan pembesaran umbi.

Bengkuang juga merupakan tanaman memanjat, sehingga pemberian ajir sebagai tiang panjatan dapat membantu atau biarkan menjalar seperti ubi jalar. Menanam kacang tanah sebagai tanaman pendamping juga dapat membantu meningkatkan kandungan nitrogen dalam tanah. Terakhir, lakukan pengendalian hama dan penyakit dengan metode alami, rotasi tanaman, pengolahan tanah, sanitasi lahan, dan penggunaan bibit unggul.

Panen Bengkuang dengan Hasil Optimal

Budidaya bengkuang memang tergolong mudah, namun tetap membutuhkan kesabaran dan perawatan yang konsisten agar tanaman dapat tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang optimal. “Harus sabar, intinya perawatan supaya bengkuang bisa tumbuh subur,” kata Edy. 

Masuk tahap terakhir dalam budidaya bengkuang adalah panen. Umumnya, bengkuang dapat dipanen pada umur 4 bulan untuk varietas genjah, sementara varietas lain membutuhkan 6–10 bulan. Untuk mendapatkan umbi berukuran jumbo, panen dapat ditunda hingga tanaman berumur sekitar 6 bulan. 

Ciri-ciri bengkuang yang siap panen adalah daunnya mulai mengering dan berguguran. Hal ini menandakan bahwa umbi di dalam tanah telah mencapai ukuran maksimal dan siap untuk dipanen. Proses panen harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada umbi.

Cara panen yang disarankan adalah dengan mencabut tanaman secara perlahan atau menggali tanah di sekitar tanaman. Pastikan untuk melakukan ini dengan sangat hati-hati agar buah tidak pecah atau rusak. Dengan praktik budidaya yang baik dan pemeliharaan yang tepat, rata-rata ukuran umbi bengkuang dapat mencapai 3,5-5 kg per buah, menjanjikan hasil yang memuaskan bagi para petani.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik

1. Bagaimana cara memilih benih bengkuang yang baik?

Pilih benih dari tanaman sehat, produktif, dengan buah tua, sempurna, sehat, dan kulit kering. Seleksi biji berukuran sedang hingga besar, tidak keriput, dan tenggelam saat direndam air atau air garam.

2. Kapan waktu terbaik untuk menanam bengkuang?

Penanaman sebaiknya dilakukan setelah hujan turun 1-2 kali, atau ketika tanah bedengan sudah basah hingga kedalaman 30-50 cm.

3. Mengapa pemangkasan bunga penting dalam budidaya bengkuang?

Pemangkasan bunga bertujuan mengarahkan sari makanan agar fokus pada pembentukan umbi, bukan pertumbuhan bunga. Jika tidak dipangkas, umbi cenderung tumbuh memanjang dan berukuran kecil.

4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga bengkuang siap panen?

Bengkuang umumnya dapat dipanen saat berumur 4 bulan setelah tanam untuk varietas genjah, atau 6-10 bulan untuk varietas lain. Untuk umbi jumbo, panen bisa dilakukan setelah 6 bulan.

Read Entire Article
Hasil Tangan | Tenaga Kerja | Perikanan | Berita Kumba|