Liputan6.com, Jakarta - Bau menyengat dari kandang ayam seringkali menjadi masalah utama bagi peternak, baik skala rumahan maupun komersial. Kondisi ini bukan hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan keluhan dari lingkungan sekitar. Bau pada kandang ayam sebagian besar berasal dari kotoran ayam yang bercampur dengan kelembapan tinggi, memicu pertumbuhan bakteri dan jamur, serta menghasilkan gas amonia yang berbahaya bagi pernapasan ayam maupun peternak.
Pemilihan alas kandang yang tepat berfungsi krusial sebagai penyerap kelembapan, penetral bau, dan bagian integral dari sistem kebersihan kandang secara keseluruhan. Menggunakan bahan alami dan metode yang efektif dapat membantu menciptakan lingkungan kandang yang sehat dan bebas bau. Artikel ini akan mengulas tujuh cara terbaik untuk membuat campuran serbuk kayu atau sekam yang optimal untuk kandang ayam Anda.
Dengan menerapkan panduan ini, peternak dapat mengurangi intensitas bau, meminimalisir risiko penyakit, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas ayam. Solusi ini berfokus pada penggunaan bahan yang mudah didapat dan metode yang berkelanjutan, sehingga aman bagi ayam dan lingkungan.
Gunakan Serutan Kayu (Wood Shavings) sebagai Alas Utama
Serutan kayu, khususnya dari kayu pinus (pinewood), merupakan pilihan alas kandang yang sangat populer dan efektif. Bahan ini memiliki daya serap tinggi yang sangat baik dalam menyerap kelembapan dan menekan bau amonia. Keunggulan ini membuat serutan kayu menjadi fondasi yang kuat untuk alas kandang anti bau.
Selain daya serapnya, serutan kayu juga memberikan kehangatan pada lantai kandang, yang penting untuk kenyamanan ayam. Namun, penting untuk memilih serutan kayu yang tepat. Berdasarkan ulasan dari poultrykeeper.com, serutan kayu yang telah diekstraksi debunya sangat direkomendasikan.
Hindari penggunaan serbuk gergaji halus dan kayu keras (hardwood) karena berisiko bagi pernapasan ayam. Serbuk gergaji halus dapat dengan mudah terhirup, sementara kayu keras mungkin mengandung zat yang berbahaya.
Manfaatkan Sekam Padi sebagai Alas yang Efisien
Sekam padi adalah limbah pertanian yang melimpah ruah di Indonesia, menjadikannya pilihan alas kandang yang sangat populer dan ekonomis. Teksturnya yang renyah dan kemampuannya menjaga suhu tubuh anak ayam (DOC) tetap hangat adalah beberapa keunggulan utamanya.
Alas dari sekam padi memiliki kemampuan yang sangat baik dalam menyerap kelembapan dan kotoran ayam. Hal ini secara signifikan mengurangi intensitas kerja dalam perawatan kandang.
Kelembapan yang rendah di alas kandang yang menggunakan sekam padi membantu mengurangi pembentukan bau tidak sedap dan mempermudah proses pembersihan. Ini menjadikannya solusi praktis dan efisien untuk menjaga kebersihan kandang.
Terapkan Metode Deep Litter (Alas Tebal Berlapis)
Metode deep litter sangat direkomendasikan oleh praktisi peternakan berkelanjutan karena efektivitasnya dalam mengelola kotoran dan bau. Pendekatan ini melibatkan penggunaan alas tebal, biasanya setebal 8 hingga 12 inci, yang terbuat dari bahan karbon seperti serutan kayu atau serpihan kayu.
Dalam sistem deep litter, kotoran ayam akan terurai secara alami melalui proses pengomposan aerobik. Proses alami ini secara signifikan mengurangi bau tidak sedap dan frekuensi pembersihan kandang.
Jika dikelola dengan benar, metode deep litter justru dapat menciptakan kandang tanpa bau. Kunci keberhasilannya adalah menjaga alas tetap kering dan rutin membalik alas agar tetap beroksigen, mendukung aktivitas mikroba pengurai.
Tambahkan Biochar sebagai Aditif
Biochar, atau arang hayati yang dihasilkan dari pembakaran biomassa organik, menawarkan solusi alami untuk meningkatkan kualitas alas kandang. Struktur pori unik pada biochar memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap kelembaban dan bau amonia.
Dengan menambahkan biochar sebagai bahan aditif pada alas kandang, baik yang terbuat dari sekam padi maupun serbuk gergaji, kelembaban dalam kandang dapat berkurang secara signifikan. Hal ini menciptakan lingkungan yang lebih kering dan nyaman bagi ayam.
Penggunaan biochar bukan hanya mengurangi bau, tetapi juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas kompos jika alas kandang nantinya digunakan sebagai pupuk. Ini menjadikannya pilihan yang berkelanjutan dan multifungsi dalam manajemen kandang.
Pastikan Alas Tetap Kering dan Lakukan Pembalikan Rutin
Untuk alas yang menggunakan sekam padi, pastikan sekam dalam kondisi sangat kering saat ditebarkan dengan ketebalan 8-10 cm. Hal ini penting untuk mencegah pertumbuhan jamur yang dapat membahayakan ayam.
Agar alas tidak cepat menggumpal dan tetap berfungsi optimal, lakukan pembalikan (stirring) secara rutin setiap dua hari sekali. Segera ganti area alas yang basah akibat tumpahan air minum untuk mencegahnya menjadi sarang penyakit.
Kunci keberhasilan metode deep litter dan penggunaan alas secara umum adalah menjaga alas tetap kering dan rutin membalik agar tetap beroksigen. Sirkulasi udara yang baik pada alas membantu proses penguraian dan mengurangi bau.
Terapkan Sistem Pembersihan Rutin
Meskipun pemilihan alas kandang yang tepat sangat penting, pembersihan rutin setiap hari tetap menjadi kunci untuk menjaga kebersihan kandang ayam. Pemeriksaan harian membantu memastikan bahwa alas dibersihkan dari kotoran ayam yang menumpuk.
Pembersihan teratur mencegah penumpukan kotoran yang menjadi sumber utama bau tidak sedap dan perkembangbiakan hama. Kotoran yang menumpuk dapat menarik serangga dan memicu pertumbuhan bakteri berbahaya.
Selain membersihkan kotoran, periksa juga keberadaan hama seperti tungau atau kutu. Dengan membersihkan secara teratur, kotoran tidak akan menumpuk dan menjadi sumber bau, serta menjaga ayam tetap sehat.
Hindari Bahan Alas yang Berbahaya
Saat memilih serbuk kayu, sangat penting untuk menghindari serbuk gergaji yang terlalu halus. Partikel halus ini dapat menyebabkan masalah pernapasan serius pada ayam jika terhirup.
Selain itu, hindari penggunaan kayu keras (hardwood) sebagai alas kandang. Beberapa jenis kayu keras dapat mengandung zat kimia atau resin yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan ayam.
Prioritaskan penggunaan bahan alas yang aman dan tidak beracun untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan ayam. Memilih bahan yang tepat adalah langkah fundamental dalam menciptakan lingkungan kandang yang optimal.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Mengapa kandang ayam bisa berbau menyengat?
Kandang ayam berbau menyengat karena kotoran ayam bercampur dengan kelembapan tinggi sehingga memicu pertumbuhan bakteri dan jamur. Proses ini menghasilkan gas amonia yang menjadi sumber utama bau tidak sedap dan berbahaya bagi pernapasan ayam maupun peternak.
2. Mana yang lebih baik untuk alas kandang ayam, serbuk kayu atau sekam padi?
Serbuk kayu dan sekam padi sama-sama baik sebagai alas kandang ayam, tergantung kebutuhan. Serutan kayu lebih unggul dalam menyerap bau amonia, sedangkan sekam padi lebih ekonomis dan mudah didapat. Keduanya bisa dikombinasikan untuk hasil yang lebih optimal.
3. Bagaimana cara membuat alas kandang ayam agar tidak bau?
Cara membuat alas kandang ayam agar tidak bau adalah dengan menggunakan bahan penyerap kelembapan seperti serutan kayu atau sekam padi, menerapkan metode deep litter, menjaga alas tetap kering, serta melakukan pembalikan alas secara rutin agar proses penguraian berjalan optimal.
4. Apakah biochar aman digunakan di kandang ayam?
Ya, biochar aman digunakan di kandang ayam jika berasal dari bahan alami dan diaplikasikan dengan benar. Biochar membantu menyerap kelembapan dan bau amonia, sekaligus meningkatkan kualitas alas kandang dan kompos hasil limbah kandang.
5. Seberapa sering alas kandang ayam harus diganti?
Alas kandang ayam tidak harus sering diganti jika menggunakan metode deep litter dan dikelola dengan baik. Namun, bagian alas yang basah sebaiknya segera diganti, dan penggantian total biasanya dilakukan setiap beberapa minggu atau saat bau mulai muncul.

2 hours ago
2
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489582/original/096754000_1769909127-Perawatan_Harian_untuk_Pertumbuhan_Optimal.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492899/original/054066100_1770189025-Bunga_jam_9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492840/original/043115600_1770187373-meja_dapur_2a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485994/original/043269200_1769571960-unnamed-6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5487156/original/036936600_1769658766-pakan_ternak_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492961/original/016577800_1770190409-b286b904-36cb-436c-a594-1a59a46a9733.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489564/original/071051900_1769904662-Baking_Soda___Cuka_Tanpa_Air_Panas.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492945/original/080608800_1770189955-unnamed-19.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492871/original/061346200_1770188299-ChatGPT_Image_4_Feb_2026__13.57.45.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492772/original/014071500_1770185073-Mengurangi_debu_kipas_angin_dengan_mengoleskan_baby_oil__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5225789/original/040474400_1747717155-WhatsApp_Image_2025-05-20_at_11.54.32_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486280/original/016560500_1769582284-Kolam_terpal_gabus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3934911/original/000772400_1644920624-20220215-Budi-Daya-Ikan-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3211959/original/094472000_1597727288-wastafel.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472726/original/005463500_1768374194-budidaya_ikan_konsumsi_di_rumah5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488293/original/093524200_1769746071-tirai_jendela1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492956/original/008671200_1770190324-Ketapang_Kencana_di_dalam_rumah__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492821/original/005256500_1770187139-1ff9d40a-b163-4b16-b32d-6b3261c05c54.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4358655/original/013721000_1678846607-pachyrhizus-erosus-whole-jicama-isolated-white-background_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492790/original/002864200_1770185939-WhatsApp_Image_2026-02-01_at_18.33.27.jpeg)










:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5001271/original/045738300_1731378312-page.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5375917/original/060600500_1759986432-Gemini_Generated_Image_leln9hleln9hleln.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407806/original/029507600_1762755207-model_gamis_abaya_warna_pastel_anti_gerah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407835/original/000490000_1762756179-rumah_mungil_ala_villa_dengan_mezzanine_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407928/original/066044200_1762757831-Gemini_Generated_Image_6aq8ve6aq8ve6aq8.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407831/original/043493200_1762756167-atasan_brokat_bawah_batik_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5399792/original/021697400_1762005267-InShot_20251101_204835762.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407853/original/063538400_1762756283-desain_rumah__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5319153/original/007607300_1755506626-bansos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5382923/original/000118700_1760607895-warung_jajan_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407860/original/065539800_1762756285-unnamed_-_2025-11-10T121554.931.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453294/original/050897400_1766474273-3b763600-b9ea-4b9e-bedd-17ed90a573e4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453102/original/079572900_1766468512-dapur_cantik_minimalis_terbaru_6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5407718/original/020057100_1762751958-Zamenis_longissimus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453091/original/043931500_1766468139-Model_Dress_A_Line_untuk_Perayaan_Libur_Akhir_Tahun_yang_Elegan_dan_Stylish_Detail_Wrap.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453276/original/089690800_1766473880-desain_teras_samping_memanjang__7_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453266/original/028409900_1766473688-Gemini_Generated_Image_3hozdt3hozdt3hoz_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419331/original/064204700_1763689880-unnamed__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5453126/original/093428100_1766470604-unnamed_-_2025-12-23T131456.592.jpg)